Studi Mengatakan: Nonton Film Action Bisa Bikin Dietmu Berantakan, Kok Bisa Ya?

Fimela diperbarui 07 Jan 2016, 20:00 WIB

Ladies, kamu gemar nonton film? Jika kamu gemar nonton film, mungkin kamu juga gemar ngemil sambil nonton film, ya? Ya. Menonton film memang terasa kurang lengkap jika tanpa ditemani cemilan. Mengonsumsi makanan ringan sambil nonton seperti popcorn ataupun chips mungkin memang tak akan terlalu berpengaruh pada program dietmu jika dikonsumsi dalam jumlah sedikit, tapi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak? Lain cerita.

Mentega dan gula dalam popcorn serta natrium yang terkandung dalam chips, jika dikonsumsi secara berlebihan tentu dapat membuat olahraga dan pengaturan pola makan yang kamu lakukan selama masa dietmu menjadi sia-sia. (Duh!)

Untuk itu, seperti dijelaskan dalam laman www.hellawella.com, pemilihan genre film selama masa dietmu menentukan berhasil tidaknya dietmu. Pasalnya, genre film seperti Action, yang dikemas dengan berbagai adegan dalam jangka waktu yang cepat, dapat memberikan overstimulasi pada indera yang pada akhirnya akan membuatmu ngemil lebih banyak.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine baru-baru ini mengungkapkan bahwa semakin rumit isi atau alur dari sebuah film, semakin banyak kita akan ngemil. Hal ini dikarenakan film action memberikan over-stimulasi pada indera kita dengan adegan-adegannya yang padat dan cerita yang mengalir cepat, sehingga kita pun mengimbanginya dengan aktivitas ngemil yang cepat dan banyak.

'94 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian tersebut. Mereka diberikan snack dalam jumlah berlimpah, termasuk M&Ms, cookies, wortel , dan anggur kemudian dibagi dalam 3 kelompok: kelompok 1 menonton cuplikan film "The Island;" kelompok 2 menonton Charlie Rose dalam PBS; dan kelompok 3 menonton cuplikan film dari "The Island" yang sama seperti kelompok 1, tapi tanpa suara.

Hasil: Kelompok 1 memakan 98% gram lebih banyak snack dan 65% gram lebih banyak kalori dibandingkan kelompok 2 yang menonton Charlie Rose. Sementara, kelompok 3 memakan 36% gram lebih banyak snack dan 46% lebih banyak kalori dibandingkan kelompok 2.'

Oleh sebab itu, ketika menonton film action tapi kamu kebetulan sedang diet, sebaiknya kamu tidak membeli terlalu banyak snack untuk dikonsumsi jika kamu tidak ingin dietmu berantakan, Ladies.

Selain film action, film dengan genre drama yang menguras emosi dan air mata juga berpotensi membuat kamu ngemil lebih banyak selama menontonnya. Alasannya, sama seperti saat kita putus cinta, emosi kita akan berantakan, dan kita akan berusaha mencari pelampiasan untuk menenangkan perasaan kita. Dalam hal ini, pelarian yang biasa kita pilih adalah makanan. Saat menonton film drama pun begitu. Kita akan larut dalam emosi yang berjalan dalam cerita dalam film tersebut dan tanpa sadar kita sudah ngemil terlalu banyak. (Waduh!)

Nah, jadi jika kamu sedang diet dan ingin menonton film, sebaiknya pilih genre film yang tidak membuatmu tergoda untuk ngemil dalam jumlah berlebih seperti film komedi. Tapi, jika kamu tetap ingin menonton film action ataupun drama, sebaiknya kamu mengganti cemilanmu dengan makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan potong yang tentu tidak akan berdampak buruk untuk dietmu. Semoga bermanfaat.

(vem/ama)