Kuputuskan Menikahimu Sekarang Sebelum Maut Menjemputku

Fimela diperbarui 29 Jul 2016, 10:00 WIB

Swift Myers tak bisa tahu pasti kapan maut datang menjemput. Namun, satu hal yang pasti ia ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan orang yang paling dicintainya.

Remaja 18 tahun ini menderita penyakit sarkoma ewing (suatu tumor ganas yang jarang terjadi di mana sel kanker dapat ditemukan pada tulang maupun jaringan lunak) selama tujuh tahun. Dilansir dari today.com, dalam waktu tujuh tahun tersebut, setiap kali penyakitnya kambuh, Swift sering bergurau untuk segera melamar kekasih hatinya, Abbi Myers. Dan ketika penyakit itu kambuh lagi sebulan yang lalu, Swift makin memantapkan hatinya melamar Abbi.

"Ketika ia melamar, aku pikir dia cuma bercanda tapi kemudian aku menyadari kalau ia serius ketika menelepon ayahku untuk meminta izinnya," papar Abbi. "Ayahku meresponnya dan berkata, 'Sungguh sebuah kehormatan sendiri memilikinya sebagai menantu.'"

Akhirnya para perawat di Children's Hospital, Saint Francis di Tulsa, Oklahoma yang jadi saksi acara lamaran tersebut hari Sabtu lalu langsung bahu membahu membuat acara pernikahan keesokan harinya. Para perawat saling berbagi tugas. Ada yang mengurus soal dekorasi, kue pengantin, fotografer, hingga mendatangkan pendeta.

Kendra Roulet, guru sejarah Swift di Charles Page High School membelikan cincin dan menjadikannya kado untuk Swift dan Abbi. "Mereka adalah anak-anak yang luar biasa, jadi kami akan lakukan apapun yang kami bisa untuk mewujudkan impian mereka," terangnya.

Dalam upacara pernikahan yang diselenggarakan di rumah sakit tersebut, ada ratusan orang yang hadir. Acara yang didokumentasikan via Facebook Live itu pun ditonton lebih dari 78 ribu kali.

“If you truly love someone, then love them right in the places they feel most unsure and most vulnerable. And that's how you help them love themselves.”

― Wordions

Swift dan Abbi tadinya bersahabat baik. Dari teman akhirnya jadi pacar. Keduanya pun resmi jadi pasangan kekasih bulan Desember 2014 lalu. Kini, keduanya sudah resmi jadi pasangan suami istri meski usia keduanya baru 18 tahun.

"Minggu lalu, kami kira semua akan berakhir, tapi pernikahan ini dipenuhi kedamaian dan kebahagiaan, dia pun bisa jalan-jalan dan mengobrol. Jadi kami percaya masih ada harapan," ujar Kendra.

(vem/nda)