Jangan Dianggap Remeh, Takut Badut Bisa Menyebabkan Trauma

Fimela diperbarui 31 Agu 2016, 10:27 WIB

Badut, karakter penghibur dengan wajah yang diwarnai putih, hidup besar berwarna merah, perut gendut dan pakaian warna-warni, memang sudah lekat di masyarakat sebagai sosok yang lucu dan membuat suasana meriah. Biasanya, di mana ada badut, itu artinya ada pesta, khususnya pesta anak-anak.

Namun, tak semua orang merasa 'terhibur' dengan kehadiran badut. Bagi sebagian orang, badut justru nampak seperti sosok menyeramkan dan membuat trauma. Jangan dianggap cemen atau ditertawakan lho, karena jenis phobia yang dinamakan Coulrophobia ini nyata adanya dan cukup serius.

Apa Sih Penyebab Coulrophobia?

Penyebab coulrophobia bisa dikarenakan trauma yang dibentuk oleh tontonan di media. Ada beberapa film-film horor bertema badut, misalnya film "It" besutan Stephen King atau "Poltergeist" karya Steven Spielberg yang menampilkan sosok badut yang bengis dan mengerikan. Tipe-tipe penggambaran badut seperti inilah yang memicu ketakutan dan trauma yang membayang bagi sebagian orang.

Selain karena terpaan media, penyebab seseorang mengalami coulrophobia adalah karena pengalaman yang menyakitkan terkait badut. Biasanya anak-anak yang banyak mengalami hal ini. Dipaksa berfoto, bersalaman hingga digendong badut, membuat anak-anak menyimpan memori yang tidak mengenakkan.

Bagaimana Gejala-Gejala Coulrophobia?

Gejala yang umum ditunjukkan mereka yang mengidap coulrophobia adalah:

  • Ketakutan yang intens dan tidak beralasan saat badut muncul
  • Reaksi spontan, misalnya menangis dan menjerit
  • Menghindari taman hiburan atau pesta-pesta karena takut bertemu badut
  • Muncul ketakutan hanya karena benda-benda yang berhubungan dengan badut (topi, wig warna-warni, dsb)
  • Serangan kepanikan seperti gemetar, kesulitan bernafas, peningkatan denyut jantung, keringat dingin, mual dan muntah, pusing, pingsan, kegelisahan perut dan keringat dingin.

Apakah Coulrophobia Bisa Disembuhkan?

Coulrophobia dapat disembuhkan dengan beberapa jenis terapi dan obat-obatan. Terapi yang dimaksud adalah metode relaksasi, latihan visualisasi pikiran ataupun meditasi. Penyembuhan trauma juga dapat dilakukan dengan obat-obatan anti depresant dan anti anxiety. Sebaiknya semua pengobatan ini dilakukan di bawah pengawasan dokter dan jangan sembarangan meminum obat-obatan ini karena termasuk obat-obatan dengan dosis tinggi.

Memiliki trauma dan phobia adalah hal yang cukup merisaukan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Tetapi percayalah semua trauma dan phobia dapat disembuhkan dengan niat, ketelatenan dan dukungan orang terdekat pasien.

(vem/wnd)
What's On Fimela