3 Sikap Orang Tua Ini Justru Bisa Bikin Anak Nggak Percaya Diri

Fimela diperbarui 30 Nov 2016, 12:00 WIB

Setiap orang tua pasti berharap sang buah hati bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Hanya saja yang sering kita lupa adalah bahwa ada peran pola asuh orang tua dalam tumbuh kembang setiap anak. Cara orang tua mendidik dan bersikap bisa sangat mempengaruhi perkembangan si anak.

Anak perlu bantuan orang tuanya untuk bisa tumbuh jadi pribadi yang percaya diri. Sayangnya, ada sikap orang tua yang malah bisa melenyapkan rasa percaya diri. Sikap yang seperti apakah? Mari kita simak uraiannya di bawah ini.

Mengatakan "Ini Sih Gampang"

Saat anak sedang berusaha melakukan sesuatu, kita sebagai orang dewasa mungkin melihatnya dia sedang melakukan hal yang mudah. Tapi bisa anak merasakannya sebagai sesuatu yang berat. "Ini sih gampang, kamu bisa melakukannya," kalimat seperti itu sepintas positif dan memberi semangat. Tapi anak bisa mengartikannya secara berbeda. Dalam hatinya, anak bisa merasa, "Pasti ada yang salah denganku karena hal ini bagiku terasa sulit, aku pasti bodoh." Sehingga ia jadi merasa ingin segera menyerah dan rasa percaya dirinya pun menurun.

Sebagai solusinya, coba katakan pada anak, "Hal ini mungkin sulit. Kamu bisa melakukannya saat terus berusaha." Jadi ketika anak berhasil melakukan hal tersebut, ia akan mengatakan pada dirinya sendiri, "Aku berhasil melakukan sesuatu yang sulit." Jadi dia merasakan sebuah kepuasan sendiri saat bisa melakukan sesuatu dengan sendirinya.

Terlalu Sering Turun Tangan Membantu Anak

Anak-anak lebih suka melakukan sesuatu sendiri atau secara mandiri. Karena hal ini bisa memberi semacam kepuasan dan pencapaian sendiri. Sayangnya, orang tua lebih sering turun tangan meringankan hal yang sedang dilakukan anak. Jika orang tua sering membantu anak, anak bisa makin ketergantungan dan dalam hatinya ia bisa merasa, "Aku memang nggak bisa melakukannya. Jadi biar orang lain yang melakukannya."

Agar rasa percaya diri anak meningkat, izinkan ia melakukan sesuatu sendiri. Jika sesuatu terlalu sulit baginya, kita bisa memecah atau membagi hal tersebut dan membiarkannya melakukan hal yang sanggup dia lakukan. Saat seorang anak berhasil melakukan sesuatu sendiri, ada rasa kepausan dan rasa percaya dirinya pun meningkat.

Panik Berlebihan Saat Anak Melakukan Kesalahan

Kesalahan sudah jadi bagian dari hidup kita. Cuma yang sering dilakukan orang tua adalah terlalu melindungi anak dari berbuat kesalahan. Mungkin kelihatannya nggak berdampak apa-apa tapi hal ini justru bisa menghancurkan rasa percaya diri anak.

Seperti yang dilansir oleh familyshare.com,kesalahan itu menyakitkan tapi justru dari situ bisa membantu diri anak berkembang kalau bisa diatasi dengan baik. Kalau anak berbuat salah, jangan panik berlebihan. Beri arahan ia untuk memperbaiki kesalahan tersebut dan mengambil pelajaran dari kesalahan itu.

Urusan mengasuh dan mendidik anak melibatkan kemampuan untuk terus mau belajar. Orang tua harus terus mencari banyak referensi untuk memilih pola asuh yang tepat untuk anak-anaknya. Setiap anak itu istimewa, tugas kita lah untuk membantunya mengembangkan potensi dan kemampuannya yang terbaik.

(vem/nda)
What's On Fimela