Wow! Plastik Ramah Lingkungan Ini Ternyata Terbuat dari Singkong

Fimela diperbarui 16 Feb 2017, 15:33 WIB

Salah satu dilema menjadi seorang ibu adalah bagaimana menjaga lingkungan sekaligus tanpa dibuat rumit. Akhir-akhir ini, Mom tentu dibuat kaget dengan peraturan pemerintah tentang pemberlakuan kantong plastik berbayar di setiap minimarket dan supermarket. Hal ini dilakukan demi mengurangi masalah sampah plastik yang mulai mengganggu. Seperti kita ketahui, sampah plastik tidak mudah untuk diurai. Dan tentu saja hal ini dapat membahayakan lingkungan.

Tapi sekarang Mom tidak perlu khawatir, salah satu pemuda Indonesia asal Bali membuat inovasi plastik dari singkong. Adalah Kevin Kumala yang berada di balik eco-plastik yang diberi label Plastik Avani Eco ini. Bahkan eco-plastik buatannya kini banyak dipakai di seluruh dunia.

"Saya bersama rekan-rekan tim R&D saya, delapan orang meriset selama tiga tahun dari 2010 untuk dapat meretur engineer berdasarkan sesuatu. Bioplastik memakai komoditas nabati yang satu sifatnya banyak terdapat di Indonesia dan dua harganya terjangkau. Karena bicara replace plastik, yang harga murah tentunya harus masuk juga sebagai bagian dari segi harga kompetitif," ungkap Kevin seperti yang dikutip merdeka (14/2).

Eco-plastik ini terbuat dari singkong. Indonesia pada tahun 2015 memproduksi singkong hingga 24 juta ton per tahun. Hebatnya lagi, eco-plastik ini terbuat dari ampas singkong. Jadi Kevin memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang berguna.

Di Indonesia sendiri, pemerintah telah membuat kebijakan untuk menggunakan plastik yang hancur dengan sendiri selama 2 tahun. Sayangnya hal ini juga membuat dilema, karena sampah yang hancur hingga dua milimeter sekalipun bisa membunuh makhluk hidup, termasuk manusia. Wah, seram ya?

Berbeda dengan bio-plastik buatan Kevin ini sangat aman untuk semua makhluk hidup. Bahkan untuk mengungkap eco-plastik buatannya aman ia meminum sendiri air yang mengandung larutan eco-plastik. Tentu saja hal ini membuktikan bahwa eco-plastik ini sangat membantu untuk menekan sampah plastik dan juga sampah plastiknya tidak mengganggu ekosistem alam.

Inovasi Kevin ini sangat hebat ya, Mom. Tentu hal ini membantu Mom untuk memakai plastik atau tidak dalam kehidupan sehari-hari. Semoga informasi ini bermanfaat.

(vem/apl)
What's On Fimela