Dia Berhak Bahagia, Dengan atau Tanpa Dirimu

Fimela diperbarui 28 Feb 2017, 11:30 WIB

Berlebihan mencintai seseorang bisa begitu menyakitkan. Apalagi jika kita tak tahu pasti apakah ia punya rasa yang sama, membayangkan sosoknya saja sudah bisa membuat air mata mengalir dengan sendirinya. Dan kita tahu pasti bahwa perasaan dan hati tak pernah bisa dipaksakan.

Terkadang hal yang paling tepat tapi juga yang tersulit untuk dilakukan adalah mengikhlaskan dan melepaskan. Jika dia memang jodohmu, entah bagaimana caranya dia akan kembali padamu. Jika dia memang bukan yang terbaik, ada seseorang yang lebih tepat untuk menggantikannya.

Yang penting kita tetap bisa mendoakan kebaikan dan kebahagiaannya. Siapa tahu justru kebaikan yang kamu doakan untuknya akan kembali padamu, ya kan? Dengan atau tanpa dirimu, dia juga berhak bahagia.


Kamu pun juga berhak untuk bahagia. Meski kamu merasa dirimu baru akan bahagia bisa memilikinya, tapi kalau dia memang bukan jodoh terbaikmu, mau diapakan lagi. Ada banyak prioritas yang perlu kamu urus di hidupmu. Soal jodoh dan asmara memang memiliki porsi besar dalam hidupmu, tapi jangan sampai kamu merusak dan menghancurkan hidup berhargamu karena salah melangkah.


Ada kalanya kita harus mencoba hidup seperti air mengalir. Tapi bukan berarti pasrah. Melainkan mencoba bahagia dengan semua yang sudah digariskan di hidup kita. Ada hal-hal yang berjalan di luar kuasa kita. Ada banyak kejadian yang mungkin terjadi di luar harapan tapi kita tak bisa mengubahnya begitu saja. Everything happens for a reason.

Dia berhak bahagia, kamu juga berhak bahagia. Meski tak bisa bersama atau harus memilih jalan yang berbeda, masing-masing punya cara dan jalannya sendiri untuk bahagia di hidupnya. Walau harapan tak sesuai kenyataan, pasti akan ada kejutan yang tak pernah kita duga sebelumnya.

No matter how hard it is, keep moving forward, Ladies! Semua luka akan sembuh. Semua keikhlasan akan mencairkan kebahagiaan.



(vem/nda)