Nabung 2 Tahun Buat Beli Baju Anak, Kisah Pengemis Ini Bikin Haru

Fimela diperbarui 14 Apr 2017, 13:15 WIB

Dua tahun yang lalu, ayah penuh cinta bernama Kawsar Hossain ini belum mampu memenuhi keinginan putrinya untuk beli baju baru. Jangankan ingin membeli baju yang disukai sang putri, melihat baju tersebut sebentar saja sudah membuatnya diusir dengan kasar oleh penjaga toko karena dianggap hendak mengemis.

Memang, Hossain adalah seorang pengemis. Namun, ia tak pernah berpikir apalagi bercita-cita menjadi seorang pengemis dan peminta-minta sebelumnya. Hingga 10 tahun yang lalu, ia mengalami kecelakaan yang membuatnya cacat. Bus yang ditumpanginya jatuh ke jurang. Beruntung ia selamat. Tapi, ia harus merelakan saat tangannya harus diamputasi dan ia menjadi cacat.

Dikutip dari laman worldofbuzz.com, Hossain mengawali cerita,

"Saya memang seorang pengemis. Sepuluh tahun lalu saya tak pernah berpikir akan menjadi pengemis seperti ini. Meminta-minta ke orang yang lewat di depan saya. Suatu malam, saya bepergian dengan bus, bus itu terjatuh dari atas jembatan ke jurang. Untuk saya masih hidup. Tapi akhirnya saya cacat. Saya tak pernah lagi bisa bekerja seperti dulu."


Putri Hossain yakni Sumaiya menyukai sebuah baju yang sedang terpajang di sebuah toko baju. Baju itu harganya sekitar Rp50 ribu. Sayang, kondisi ekonomi Hossain yang sangat buruk menjadikannya tak punya uang sebanyak Rp50 ribu saat itu. Karena penampilannya yang tidak meyakinkan untuk belanja di toko tersebut, petugas toko pun mengusirnya.

Melihat sang ayah diusir dari dalam toko, buah hatinya yang saat itu bersamanya langsung menangis dan mengajak ayahnya pulang. Gadis kecil itu merasa sakit dan terharu melihat ayahnya diperlakukan tidak baik. Sejak saat itu, Sumaiya mengatakan pada sang ayah bahwa ia tak ingin lagi punya baju baru.

Melihat sang putri menangis, Hossain merasa sangat iba dan tersentuh. Dari hari ke hari, ia menabung sedikit demi sedikit. Hasil mengemisnya yang tak terlalu banyak selalu ia sisihkan sebagian untuk membeli baju keinginan putrinya. Setelah dua tahun menabung, Hossain akhirnya kembali ke toko di mana ia pernah diusir dan membeli baju yang diinginkan sang putri.



Beberapa waktu lalu, Hossain akhirnya memberikan baju warna kuning yang dibelinya untuk sang putri, Sumaiya. Gadis itu tentulah sangat bahagia dan berterima kasih kepada Hossain. Selain memberikan baju baru untuk Sumaiya, Hossain juga mengajak putrinya jalan-jalan. Pria itu bahkan telah meminjam ponsel dari tetangganya tanpa sepengetahuan sang istri agar ia bisa memotret buah hatinya.

Hossain mengatakan, "Anak saya tak pernah difoto. Saya ingin memfotonya di hari ia memakai baju barunya. Saya ingin hari ini menjadi hari yang istimewa buatnya. Jika suatu hari nanti saya mampu beli ponsel sendiri, saya akan memotret anak-anak saya. Saya ingin potret tersebut jadi kenangan manis buat mereka."

Saat memotret sang buah hati inilah, aksinya diketahui seorang fotografer GMB Akash. Akash lalu memotret mereka dan memposting foto tersebut di akun sosial pribadinya. Akash juga menceritakan kisah Hossain bersama sang anak. Kisah tersebut rupanya dalam sekejap langsung viral. Terlebih lagi, ketika Akash menuliskan keterangan seperti ini,

"Sampai saat ini saya tak pernah menyekolahkan anak-anak saya. Namun saya mendidik mereka secara langsung. Kadang-kadang mereka tak bisa ikut ujian, karena untuk membayar uang ujian adalah hal mustahil bagi saya. Suatu hari mereka menangis karena tak bisa ikut ujian. Saya berkata kepada mereka, sesekali tak apa-apa kita tak ikut ujian sekolah, yang perlu kita ingat, ujian terbesar dalam hidup adalah ujian dalam kehidupan sehari-hari - Kawsarr Hossain -"


Saat Hossain mengemis, anak-anaknya selalu mendampinginya dari jarak yang cukup jauh. Pria itu sebenarnya sangat malu jika anak-anaknya tahu bahwa ayahnya bekerja sebagai seorang pengemis dan meminta-minta ke orang lain. Namun anaknya selalu mengingatkan bahwa ia tak boleh malu. Anak-anaknya tak apa melihat ayahnya menjadi pengemis asalkan ia baik-baik saja.

Anak-anak Hossain sangat takut jika sang ayah mengalami kecelakaan lagi dan meninggal dunia karena kecelakaan tersebut.



(vem/mim)
What's On Fimela