Minum Obat Pereda Nyeri Haid Sembarangan, Waspada Efek Sampingnya

Fimela diperbarui 04 Jul 2017, 11:40 WIB

Nyeri haid atau kram perut saat haid memang sangat menyiksa. Saking tak tertahankan sakitnya, kadang kita jadi nggak bisa beraktivitas secara normal. Cuma bisa berbaring di tempat tidur dan tak bisa melakukan aktivitas berat.

Salah satu cara paling cepat untuk mengatasi nyeri haid ini adalah dengan minum obat pereda nyeri haid. Tapi untuk mengonsumsi obat pereda nyeri ini sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Harus dengan pengawasan, kalau tidak kita akan berisiko mengalami sejumlah efek samping berbahaya.

Sebelum membahas lebih lanjut soal efek samping ini, tahu nggak apa sih penyebab utama kram perut atau nyeri haid? Dilansir dari boldsky.com, rasa nyeri atau rasa sakit ini pada umumnya disebabkan oleh terhambatnya atau menurunnya pasokan oksigen ke dalam rahim. Sehingga menyebabkan otot-otot rahim berkontraksi dan menekan pembuluh darah di sekitarnya.



Bagaimana cara kerja obat pereda nyeri haid?
Ada banyak obat anti inflamasi non steroid yang dijual di pasaran yang bisa mengatasi rasa nyeri dengan cepat. Obat-obatan ini bisa menghentikan produksi prostaglandin untuk sementara. Prostaglandin sendiri merupakan hormon yang memegang peranan penting di dalam tubuh wanita. Kalau produksinya berlebihan, maka bisa menyebabkan kram perut atau nyeri yang tak tertahankan. Tapi menghentikan produksinya meski untuk sementara waktu juga bisa memberi efek samping.

Apa saja efek samping mengonsumsi obat pereda nyeri haid?
Kalau dikonsumsi secara berlebihan atau tanpa pengawasan, obat pereda nyeri haid bisa menyebabkan kerusakan hati, pendarahan, diare, mual, dan masalah gastrik. Bahkan bisa membuat nyeri haid makin parah kalau penyebabnya tak terdiagnosis dengan baik. Kalau keseringan memakainya, kita bisa malah kecanduan atau ketergantungan menggunakannya setiap bulan untuk meredakan nyeri. Dan efek jangka panjang yang paling berbahaya adalah bisa meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer.



Adakah cara alami yang lebih aman untuk meredakan nyeri haid?
Untuk meredakan nyeri haid atau kram perut saat haid, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan. Mulai dari mengompres perut dengan kompres hangat, olahraga ringan seperti yoga sederhana dan stretching, hingga mengatur pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur sehat.

Kalau nyeri haid atau kram yang dirasa sangat menyiksa, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Mengonsumsi obat pereda nyeri pun sebaiknya selalu dengan pengawasan dan resep dokter. Jangan sampai kita malah mengonsumsi obat sembarangan yang membuat kita berisiko mengalami efek samping yang berbahaya.

(vem/nda)