Kisah Kelam Anak 13 Tahun, Jadi Pembantu di Usia Belia & Disiksa Majikan

Fimela diperbarui 17 Jul 2017, 19:00 WIB

Menyedihkan, kemiskinan sering kali membuat anak-anak harus berhenti sekolah di usianya yang masih sangat belia. Dan di saat teman-teman sebayanya bisa mengenyam bangku sekolah, anak-anak yang hidup di bawah garis kemiskinan ini tak jarang harus bekerja membanting tulang untuk mendapatkan uang demi biaya hidupnya maupun keluarganya sehari-hari.

Untuk anak-anak yang memang memiliki bos, atasan atau majikan baik, mungkin saja mereka masih bisa bekerja sambil sekolah. Tapi, bagi anak-anak dengan majikan yang tidak baik, tidak sedikit dari mereka yang harus mengalami penderitaan lebih kejam dan menyakitkan. Seperti anak 13 tahun yang tidak disebutkan namanya asal Yangon, Burma, Vietnam berikut ini.



Dikutip dari laman viral4real.com, anak yang masih berusia sangat belia ini sehari-hari bekerja untuk sebuah keluarga di Yangon. Sehari-hari, ia bekerja sebagai pembantu untuk majikannya yang bernama Tun Tun (32) dan Myat Noe Thue (30).

Memang, karena pekerjaannya anak tersebut bisa mendapatkan penghasilan. Ya, walau uang tersebut jumlahnya tak seberapa. Namun sayang, pekerjaan tersebut juga telah membuat si anak harus terluka dan tersiksa baik secara lahir maupun batin.



Tidak lama setelah mulai bekerja, anak berusia 13 tahun itu kerap menerima pukulan dan caci maki dari majikan. Tubuhnya kini bahkan dipenuhi luka bakar akibat kekejaman yang dilakukan majikannya. Baik Tun Tun maupun Myat Noe Thue, mereka diketahui tak segan-segan menyiram anak dengan air mendidih, menyetrika tubuhnya, memukulnya memakai tongkat hingga menusuk mata anak dengan pinset.



Atas apa yang dilakukan kedua orang ini, para tetangga pun merasa geram dan marah. Mereka lalu melaporkan keduanya ke pihak berwajib setempat. Beruntung, polisi bisa segera bertindak cepat. Anak malang tersebut berhasil diselamatkan dan kedua majikannya berhasil ditangkap lantas dimintai pertanggungjawaban atas apa yang mereka lakukan.

Mengenai insiden seperti ini, kita semua tentu berharap bahwa insiden seperti ini tak pernah terjadi lagi. Kisah yang begitu kelam dan mengiris hati ya Ladies.

(vem/mim)