Sukses

Parenting

Makan Siangnya Dikerjai Pembully, Bocah Ini Meninggal Dunia Karena Alergi

Mom, hampir setiap hari kita mendengar atau bahkan menjadi saksi mata, begitu banyaknya kasus bullying yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Bullying memang pada awalnya terlihat seperti lelucon: seseorang mengolok-olok orang lain. Entah melalui kata-kata di dunia nyata ataupun maya.

Tetapi, bibit bullying tak seharusnya dianggap sepele. Seperti yang dialami oleh Karan Cheema, bocah lelaki berusia 13 tahun ini. Kematian Karan dianggap ganjil oleh pihak keluarga karena kondisinya sebelum meninggal yang memprihatinkan.

Karan memiliki alergi terhadap keju. Amarjet Cheema, sang ibu, mengatakan, "Anakku memiliki alergi, tetapi dia sangat berhati-hati. Ia punya alergi terhadap produk susu, tapi dia tahu bagaimana cara menghindarinya."

Di hari yang naas itu, Karan menyantap makan siangnya seperti biasa. Pihak sekolah sudah mengetahui perihal alergi yang dideritanya. Tetapi entah dari mana datangnya, tiba-tiba keju diselipkan dalam makan siang Karan dan seketika itu juga alergi Karan bereaksi. Ia pun dilarikan ke rumah sakit dan 10 hari kemudian, nyawanya tak terselamatkan.

Karan Cheema dikenal sebagai anak yang baik dan pintar/Copyright metro.co.uk/SWNS

Namun, ada dugaan lain yang menyertai meninggalnya Karan bahwa ada yang sengaja menaruh keju di makan siangnya diam-diam. "Ada seorang anak yang selalu mem-bully-nya. Ia menaruh keju di makan siang Karan, tanpa ia ketahui," ujar Humaira Khan, kerabat keluarga Karan.

Sementara itu, orang tua teman Karan mengatakan bahwa sang pem-bully menaruh keju di baju Karan. Namun, orang tua yang lain berpendapat bahwa itu hanyalah keisengan anak-anak saja.

Apa yang menimpa Karan membuat hancur hati keluarga dan teman-temannya. Sementara itu pihak sekolah masih menyelidiki insiden yang menimpa murid yang dikenal baik, sopan dan jago karate ini.

Bagi pelaku, bullying mungkin hanyalah hal yang sepele dan cuma dianggap lucu-lucuan. Memiliki power atas seseorang yang lebih lemah dan mempermainkannya, tanpa menyadari apa yang mereka lakukan dapat menghancurkan hidup orang lain, bahkan mengantarkannya ke gerbang kematian.

Perhatikan perubahan sikap anak, sekecil apapun. Dengarkan apa yang membuatnya tak nyaman di lingkungan pergaulannya dan jika anak Mom menjadi korban bullying, segera komunikasikan dengan pihak sekolah agar ada orang dewasa yang memantau saat anak sedang berada di sekolah. Semoga tak ada lagi kejadian seperti yang dialami Karan ya, Mom!

(vem/wnd)
What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
3 Cara Mudah Menghindari Diri dari Ujaran Kebencian dan Bullying di Instagram
Artikel Selanjutnya
Kisah Korban Bully Alami Skizofrenia Akut dan Tidak Bisa Sembuh