Sukses

FimelaMom

Mom Friendship: Dinamika Persahabatan Sesama Ibu

Fimela.com, Jakarta - Menjadi seorang ibu merupakan salah satu perjalanan paling transformatif dalam hidup. Ada cinta yang membuncah, kebahagiaan kecil yang tak terhitung, sekaligus tantangan yang datang silih berganti. Di tengah ritme hari yang padat, kurang tidur, dan fokus penuh pada anak, kebutuhan emosional Moms sering kali tanpa sadar dikesampingkan. Di sinilah peran persahabatan sesama ibu menjadi begitu penting.

Mom friendships bukan sekadar relasi sosial, tetapi bisa dimaknai sebagai ruang aman untuk bernapas, tempat Moms merasa dilihat, dipahami, dan diterima apa adanya. Bersama sesama ibu, Moms tidak perlu menjelaskan terlalu panjang karena mereka sudah mengerti. Dan rasa “aku tidak sendirian” itulah yang sering kali menjadi sumber kekuatan terbesar dalam menjalani hari-hari sebagai ibu.

1. Ketika Sesama Ibu Menjadi Sumber Kekuatan Emosional

Moms, salah satu keindahan dari berteman dengan sesama ibu adalah adanya pemahaman tanpa syarat. Mereka paham cerita kurang tidur, drama tantrum, kekacauan rumah, hingga momen rapuh yang mungkin sulit dibagikan pada orang lain. Tidak ada penilaian, tidak ada tuntutan untuk selalu tampil rapi dan sempurna.

Mom friends memahami bahwa rencana bisa berubah dalam hitungan menit. Mereka tidak mempermasalahkan pesan yang dibalas lama atau cerita yang terputus karena anak memanggil. Justru di sanalah kehangatan itu tumbuh dalam penerimaan dan empati.

Lebih dari itu, persahabatan ini menjadi penyangga emosional di masa sulit. Ketika Moms merasa lelah, ragu, atau kewalahan, kehadiran satu orang yang berkata, “Aku pernah di posisi itu,” bisa mengubah segalanya.

Dukungan sederhana sering kali mampu menguatkan langkah Moms untuk terus melangkah dengan lebih tenang dan percaya diri.

2. Merelakan, Menata Ulang, dan Membuka Ruang untuk Persahabatan Baru

Moms, setelah memiliki anak, wajar jika hubungan dengan teman lama ikut berubah terutama dengan mereka yang belum memiliki anak. Waktu Moms tidak lagi seluas dulu, topik obrolan pun berbeda, dan terkadang muncul jarak emosional yang sulit dijelaskan.

Bukan berarti persahabatan itu kehilangan makna. Mereka tetap berharga dan memiliki tempat tersendiri di hati Moms.

Hanya saja, ada kalanya hubungan tersebut perlu ditata ulang dengan batasan yang sehat. Moms berhak bertanya pada diri sendiri: apakah hubungan ini masih memberi energi positif? Apakah aku merasa lebih baik setelah bertemu dengannya?

Menyampaikan bahwa Moms sedang fokus pada keluarga dan fase baru kehidupan bukanlah bentuk penolakan, melainkan kejujuran. Dengan ruang yang lebih lapang, Moms pun membuka kesempatan untuk menjalin relasi baru dengan sesama ibu yang berada di fase kehidupan serupa yang mampu berjalan seiring dan saling menguatkan.

3. Membangun dan Merawat Mom Friendships yang Sehat

Moms, bertemu dengan sesama ibu bisa dimulai dari banyak tempat: komunitas ibu, kelas persiapan melahirkan, aktivitas ibu dan anak, lingkungan sekolah, hingga komunitas orang tua di tempat kerja. Setiap pertemuan adalah peluang, namun tidak semuanya harus berlanjut menjadi persahabatan dekat.

Perhatikan bagaimana perasaan Moms setelah berinteraksi. Jika Moms merasa dihargai, didengarkan, dan lebih bersemangat, itu pertanda hubungan tersebut layak dirawat. Namun jika justru terasa menguras energi, tidak apa-apa jika hubungan itu hanya sebatas saling menyapa.

Ketika persahabatan sudah terjalin, rawatlah dengan hal-hal sederhana namun bermakna. Mengirim pesan perhatian, menanyakan kabar, merencanakan waktu bersama anak, atau sesekali meluangkan waktu tanpa anak untuk mengisi ulang energi diri.

Seiring waktu, jangan lupa untuk mengevaluasi dan menetapkan batasan. Persahabatan yang sehat adalah yang memberi ruang tumbuh, bukan rasa terbebani.

Moms, persahabatan sesama ibu bukan tentang seberapa sering bertemu, melainkan tentang kualitas kehadiran dan dukungan yang saling menguatkan.

Di tengah peran besar yang Moms jalani setiap hari, Moms juga berhak memiliki lingkaran pertemanan yang menenangkan, menginspirasi, dan memberi rasa aman. Karena ibu yang merasa didukung adalah ibu yang lebih kuat dan dari sanalah energi positif mengalir ke seluruh keluarga.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading