Pasutri Aktif Berhubungan Suami Istri Wajib Vaksin Kanker Serviks

Fimela diperbarui 19 Feb 2018, 15:45 WIB

Kanker serviks memang masih menjadi momok yang menakutkan bagi perempuan. Data GLOBOCAN 2012 menunjukkan bahwa lebih dari satu perempuan meninggal setiap jamnya karena kanker serviks dan dilaporkan bahwa terdapat 58 kasus baru setiap harinya. Data juga melaporkan bahwa penyakit ini mengakibatkan 26 perempuan Indonesia setiap harinya meninggal.

Fakta ini juga menunjukkan bahwa kanker serviks masih merupakan salah satu kanker pembunuh paling tinggi di Indonesia. Kurangnya edukasi dan pengetahuan mengenai kanker serviks masih menjadi faktor besar yang menyebabkan masih tingginya angka penderita satu-satunya kanker yang bisa dicegah ini.

dr. Adriansjah Dara, SpOG, MKes., ObIGyn Specialist Siloam H05pital Semanggi mengatakan, kanker serviks bukan karena faktor keturunan, tetapi penyebab utamanya adalah Human Papillomavirus (HPV). Oleh sebab itu, kanker serviks seharusnya bisa dicegah dengan dua cara, yang pertama dengan pencegahan primer melalui vaksinasi HPV dan edukasi kesehatan serta pencegahan sekunder melalui skrining rutin (Pap Smear, Tes IVA, Tes HPV DNA).

“Dibutuhkan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat luas, terutama perempuan lndonesia akan pentingnya langkah pencegahan. Saya berharap masyarakat dapat lebih termotivasi dan tergerak untuk segera melakukan tindakan nyata dalam melindungi dirinya, karena bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujarnya saat ditemui dalam acara  ‘Kenali Pencegahan Kanker Seviks oleh KICKS (Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks) dan Bracelet of HOPE,” di Senayan City, Sabtu (17/2).

Menurut, dr. Adriansyah vaksin tersebut wajib dilakukan ketika wanita telah aktif berhubung seks. Sayangnya masih banyak wanita yang malu untuk memeriksakan dirinya, alhasil edukasi menjadi kurang.

“Penyakit ini bukan turunan, bukan hanya orang tua saja yang terkena penyakit ini. Penyakit ini sudah berkembang sejak wanita masih remaja, lambat laut penyakit ini akan semakin ganas yang terjadi saat sudah tua,” tambahnya.

Untuk mengedukasi serta peduli terhadap pasien kanker serviks. Wulan Guritno, Duta Cegah Kanker Serviks yang juga merupakan artis, selebriti dan Co-Founder Bracelet of HOPE juga memproduksi edisi Gelang Harapan #CegahKankerServiks ini merupakan produksi khusus.

“Edisi ini terbuat dari kain jumputan oleh rumah produksi Ghea Panggabean dengan warna hijau turqoise, yaitu warna resmi gerakan kanker serviks di seluruh dunia, dan dibuat langsung oleh tangan-tangan 20 ibu pengrajin binaan Bracelet of HOPE,” tuturnya.

Nah Ladies, jangan malu untuk belajar banyak soal pencegahan kanker. Ingat, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.



(vem/asp/ivy)