Audisi Wanita Berjerawat ZAP: Sembuhkan Jerawat Dongkrak PD Wanita Lampung

Fimela diperbarui 29 Jun 2018, 16:42 WIB

Ladies, tiap perempuan pasti menginginkan memiliki kulit wajah yang sehat dan mulus. Namun, karena faktor genetik, pola hidup, kesalahan memilih kosmetik atau pun kondisi kesehatan kulit, banyak perempuan yang sejak usia remaja hingga dewasa menderita karena gangguan jerawat yang menghiasi wajahnya. Seperti yang dialami Azizah (24), perempuan asal Lampung ini bercerita bahwa dirinya telah empat tahun ketergantungan dengan krim dokter dengan dosis tinggi.

Setelah empat tahun memakai krim dokter dengan dosis tinggi, Azizah memutuskan untuk berhenti setelah teman-teman berkomentar, "Kata teman-temanku kulitku seperti menipis. Keluar urat-uratnya. 'Kan jadi takut," ujar karyawan swasta ini. Ingin mendapatkan kulit yang lebih sehat, Aziza pun berhenti dari krim dokter tersebut langsung tanpa proses. Yang terjadi justru sebaliknya, kulit wajahnya malah memberontak. Jerawat bermunculan dan menggoda Aziza untuk kembali berobat ke dokter kulit yang lain. Seminggu berselang, kulitnya langsung mulus. Tapi akhirnya muncul jerawat. Aziza takut karena merasa ada yang tidak beres dengan metode perawatan wajah yang ia lakukan.

Aziza adalah satu dari 40 perempuan Lampung yang mendaftar "Audisi Wanita Berjerawat" yang diadakan oleh ZAP cabang Lampung dalam rangka grand launching klinik terbarunya. Lewat audisi yang diadakan melalui Instagram @zaplampung, ZAP memilih delapan orang wanita berjerawat yang akan disembuhkan jerawatnya dengan perawatan active acne laser dan photo facial selama dua bulan kedepan.

Tak hanya Aziza, Maulani Diah Putri, salah satu peserta audisi bercerita bahwa ia menghadapi masalah jerawat sejak dirinya duduk di kelas 6 SD, “Sebelum nyoba ZAP di Bandung dulu, pernah perawatan sampai dipencet-pencet dan nangis-nangis, sakit banget. Karena perawatan ZAP nggak sakit, aku jadi excited ketika tahu mereka akhirnya buka di Bandar Lampung”. Peserta lainnya Laela Ardianti juga menuturkan bahwa wajah berjerawat membuatnya tidak percaya diri, “Mana ada orang yang mau jerawatan? Karena jerawat otomatis jadi nggak pede”.

Jerawat merupakan masalah kulit yang sangat sering diderita oleh wanita berusia 11 sampai dengan 30 tahun. Pada perempuan, dua faktor penyebab utama pemicu jerawat adalah hormonal dan kosmetik. Sementara pada laki-laki berbeda, justru dipengaruhi karena gaya hidup.

Dr. Adinda Fitriningtia, dokter ZAP Clinic, menyatakan sebenarnya faktor yang membuat seseorang tersiksa karena jerawat adalah masalah psikis, bukan masalah fisiknya. Penelitian dari Oxford Medical College, India pada 2016 menunjukkan bahwa tingkat keparahan jerawat membawa dampak negatif yang besar pada kualitas hidup dan harga diri seseorang. Sementara itu, penelitian University of Calgary Kanada selama 26 tahun menyebutkan bahwa orang berjerawat memiliki risiko depresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tak berjerawat.

(vem/wnd)
What's On Fimela