Ini yang Akan Terjadi pada Kulit Jika Sering Lakukan Pengelupasan Kimia

Fimela diperbarui 20 Agu 2018, 12:00 WIB

Eksfoliasi dilakukan dengan menggunakan bahan kimia seperti asam tentunya bertujuan untuk memecah lapisan atas kulit misalnya untuk mengurangi tampilan garis halus, kerutan, dan warna kulit yang tidak merata. Yang perlu kamu ketahui setiap pengelupasan kimia tentunya tidak sama, pengelupasan akan tergantung pada produk dan bagaimana proses produk tersebut untuk mempengaruhi kulit.

Dilansir dari huffingtonpost, ada tiga jenis pengelupasan kimia, yaitu superfisial, medium, dan mendalam. Namun biasanya kamu akan mengalami jenis superfisial karena kulit akan mengalami sedikit kemerahan atau kekeringan selama 20 menit hingga setengah jam. Jenis asam yang sering digunakan untuk melakukan pengelupasan kimia superfisial adalah glycolic, salicylic, kojic, dan malat. Pengelupasan kimia superfisial baik untuk mengatasi garis halus, keriput, pori-pori yang besar, bintik-bintik hitam, dan mengencangkan kulit.

Biasanya, pengelupasan kimia ditargetkan pada masalah kulit yang serius seperti bekas jerawat yang parah, kerusakan kulit akibat sinar matahari, dan keriput. Waktu henti saat pengelupasan kimia biasanya sekitar 7 - 10 hari. Selain itu, penting untuk menggunakan salep di mata, hidung, dan mulut untuk melindungi area-area tersebut. Pengaruh pengelupasan kulit benar-benar tergantung pada kekuatan dan jenis kulit itu sendiri. Untuk itu kamu perlu sabar dan rutin melakukan treatment ini agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Kamu pun bisa mencobanya sendiri di rumah ataupun di salon dengan bantuan tenaga profesional.

(vem/mgg)
What's On Fimela