Asma dan Kandungan Kafein

FimelaDiterbitkan 16 Juli 2013, 13:22 WIB

Para peneliti menemukan bahwa kandungan yang dimiliki oleh kafein dapat membantu mengatasi asma karena adanya kandunga kimia yang serupa dengan yang terdapat pada obat asma, yaitu theophylline. Theophylline adalah obat yang banyak digunakan yang dapat membantu menekan peradangan jaringan paru-paru dan melonggarkan jalan napas.

Dr. Stanley Scheindlin dalam jurnal Molecular Interventions yang dirilis pada Oktober 2007 menjelaskan tentang kesamaan struktur yang dimilki oleh kedua tanaman tersebut. Riset yang dirangkum dalam livestrong.com tersebut juga menjelaskan bahwa Theophylline dan kafein ternyata bersal dari famili yang sama. Dalam pencernaan manusia, kafein yang terkandung dalam berbagai minuman dan makanan akan diproses oleh hati, dan dipecah menjadi senyawa yang lebih kecil, salah satunya adalah theophylline.

Beberapa penelitian terdahulu juga telah meneliti bagaimana tingkat kesembuhan yang didapatkan oleh penderita asma setelah mengonsumsi kafein. Enam penelitian yang terkemuka dilansir dalam sebuah review oleh Al Bara dan E.A. Barley di tahun 2001 di online database U.S. National Center for Biotechnology Information.

Para penderita asma yang digunakan sebagai objek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok: mengonsumsi kafein dan yang lain mengonsumsi placebo. Terbukti bahwa penderita asma yang mengonsumsi kafein lebih mudah bernapas secara normal kembali dala kurun waktu 2 hingga 4 jam setelah kumatnya asma.

Meskipun begitu, obat utama penderita asma tetaplah pil dan inhaler yang telah diresepkan oleh dokter. Perlu diingat bahwa konsumsi kafein yang berlebihan danpat menimbulkan efek buruk: penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Jadi, tetaplah konsumsi kafein dalam jumlah yang wajar. Jika Anda sudah menggunakan theophylline, kombinasi dengan konsumsi kafein lainnya dapat berakibat buruk.

Oleh: Zurriat Nyndia

(vem/sfg)
What's On Fimela