Pernahkah Ladies mendengar istilah yang satu ini, learning disability? Ya, learning disability adalah kemampuan intelektual yang lebih rendah, dan otomatis akan menyebabkan anak mengalami kesulitan untuk memahami informasi, dan juga mengadakan interaksi dengan orang lain.
Namun, bagaimana prosesnya hingga hal ini sampai terjadi? Apa saja penyebab-penyebabnya?
Menurut mencap.org.uk, learning disability terjadi ketika otak masih dalam masa pertumbuhan. Kapan sih otak dalam masa pertumbuhan? Ternyata, otak bayi mengalami pertumbuhan sebelum, selama, dan setelah kelahiran.
Sebelum kelahiran, apa saja yang terjadi dengan pusat saraf otak akan turut memicu adanya learning disability ini. Pusat saraf otak terdiri dari otak dan juga sumsum tulang belakang.
Nah, hal-hal yang dapat terjadi sebelum kelahiran ini misalnya penyakit tertentu yang dialami oleh ibu. Atau mungkin juga kecelakaan yang dialami selama hamil. Hal-hal seperti inilah yang seharusnya diminimalisir untuk menghindari adanya learning disability yang kemungkinan diderita oleh anak.
Ketika melahirkan, anak juga akan memiliki kemungkinan untuk menderita learning disability kalau dia kekurangan oksigen. Selain itu, kelahiran preamatur juga bisa jadi salah satu pemicunya.
Nah, sedangkan untuk faktor pemicu setelah kelahiran, yaitu ketika anak mengidap penyakit tertentu di awal-awal perkembangannya.
Jadi Ladies, itulah beberapa faktor yang dapat memicu learning disability ini terjadi pada anak. Semoga kita bisa meminimalisir hal-hal ini ya.
Oleh: Septia Ningrum
(vem/tyn)