Kebenaran Mitos Konsumsi Daging Tokek

Fimela diperbarui 22 Jul 2013, 23:10 WIB

Di negara – negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia dan Singapura, daging tokek banyak diyakini sebagai bahan untuk pengobatan tradisional dan alternatif untuk berbagai penyakit kronis. Beberapa penyakit kronis yang sering diobati dengan mengkonsumsi daging tokek adalah AIDS dan penyakit asma.

Namun, apakah benar mengkonsumsi hewan jenis kadal tersebut dapat menyembuhkan penyakit kronis yang diderita?

Menurut laporan dari pemerintan Filipina, mitos bahwa daging tokek dapat menyembuhkan beberapa penyakit kronis telah membuat kekacaun ekosistem di negara mereka. Mengapa? Karena banyaknya masyarakat di negara ASEAN yang percaya akan manfat daging tokek menyebabkan tokek diburu secara besar – besaran untuk kemudian di ekspor.

Seperti yang dikutip globalanimal.org, Departemen Kesehatan Filipina mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya dasar yang kuat yang menyebutkan bahwa daging tokek dapat bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu dijelaskan lebih lanjut bahwa mengkonsumsi daging tokek bahkan malah dapat mengancam kesehatan penderita asma dikarenakan belum diketahui secara jelas apakah daging tokek aman bagi kesehatan atau tidak.

Perburuan tokek untuk memenuhi permintaan pasar akibat mitos yang beredar bukan hanya akan mengurangi populasi tokek secara besar – besaran tapi menimbulkan efek yang merusak bagi lingkungan. Jika populasi tokek menurun, maka ekosistem pun akan terganggu karena tokek merupakan predator alami bagi hama serangga.

Oleh: Marintan Widi Lestari

(vem/tyn)
What's On Fimela