Upacara Pernikahan Adat Jepang

FimelaDiterbitkan 03 Agustus 2013, 09:47 WIB

Pernikahan di Jepang biasanya didasari oleh 2 hal. Hal yang pertama adalah melalui perjodohan. Perjodohan ini biasanya dilakukan dengan persetujuan kedua calon mempelai. mereka dipertemukan dengan didampingi oleh perwakilan keluarga masing-masing dan berusaha untuk mengenal satu sama lain. Jika mereka berdua tidak cocok, perjodohan ini bisa dibatalkan. Jika cocok, tentu pernikahan adalah jalan yang akan kedua insan itu tempuh nantinya.

Hal yang kedua adalah atas dasar cinta. Dasar yang satu ini mulai muncul di saat dunia mulai beralih pada kemodernannya. Pada saat itu terjadi, perjodohan mulai dianggap sebagai sesuatu yang sebenarnya tidak begitu perlu karena banyak orang yang bisa menemukan pasangan hidup yang cocok untuk diri mereka sendiri tanpa harus dijodohkan oleh kedua orang tua mereka.

Namun, tidak peduli atas dasar apa kedua pasangan tersebut menikah, pesta pernikahan di Jepang pastilah akan diselenggarakan dengan mewah. Upacara pernikahan, seperti yang dijelaskan dalam bootsnall.com, biasanya dilaksanakan di kuil-kuil yang banyak dijumpai di Negara Sakura tersebut. Jika pernikahan ini ingin langsung dilanjutkan ke acara utamanya, kuil yang digunakan adalah kuil yang berada di sekitar hotel tempat digelarnya resepsi.

Dalam upacara pernikahan di Jepang tersebut, terdapat 3 acara pokok yang harus dilakukan. Bagian pertama adalah pidato dari seseorang yang ditunjuk oleh kedua keluarga. Bagian kedua adalah kedua pengantin meminum sake. Bagian yang terakhir adalah dinyalakannya lilin sebagai bagian dari upacara tersebut.

Oleh: Meilia Hardianti

(vem/tyn)
What's On Fimela