Bunda, apa kabar? Jangan lupa untuk selalu mewarnai hari dengan senyuman ya? Nah, kalau Anda sudah begitu, maka Anda siap untuk mengetahui tentang salah satu bagian keluarga dari penyakit mental. PTSD: Post-Traumatic Stress Disorder.
Menurut webmd.com, PTSD dapat dibagi menjadi:
- Stres Akut: gejalanya muncul dalam 4 minggu trauma.
- PTSD Akut: gejala berlangsung selama 3 bulan atau kurang.
- PTSD Onset Tertunda: gejala baru muncul setelah 6 bulan trauma.
- PTSD Kronis: gejala berlangsung lebih dari 3 bulan.
Untuk mengetahui kondisi PTSD, pasien akan dilihat riwayatnya tentang kegelisahan, alcohol atau obat-obatan.
Moms, jika Anda merasa pikiran sedang kacau-balau, segera periksakan ke dokter. Atau Anda juga bisa melakukan treatment psykoterapi berikut:
Cognitive behavioral therapy (CBT) membantu seseorang untuk mempelajari tekni-teknik relaksasi dan pengaturan pola pikir yang menyebabkan gelisah.
Exposure therapy meliputi pengingatan kembali trauma seseorang agar tidak merasa takut dan dilakukan di bawah bimbingan terapis.
EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing) meliputi mengajak pasien untuk melepaskan emosi dan membebaskan pikiran dari halangan yang dilakukan dengan melakukan stimulus dengan mata
Terapi ini tidak bertujuan untuk membuat seseorang lupa akan apa yang telah terjadi, namun membuatnya mampu berdiri kembali menghadapi apa yang telah menghalanginya dengan lebih berani.
Bagaimana, Bunda? Tidak ingin stres, bukan? Nikmati saja hidup ini, bukankah hidup hanya sekali?
Kamilah
(vem/ova)