Kelemahan Terburuk Pria Romawi

FimelaDiterbitkan 21 September 2013, 20:32 WIB

Umumnya para pria ingin selalu berada di posisi tertinggi dan terbaik di masyarakat. Mereka suka berkompetisi untuk menunjukkan siapa yang terbaik. Potret dari bangsa Romawi yang paling terkenal adalah gladiatornya. Tapi, siapa sangka ada satu kelemahan terburuk yang bisa diperoleh pria di zaman Romawi kuno.

Masyarakat Romawi sendiri sebenarnya cukup toleran terutama tentang kebebasan pria untuk melakukan seks. Dan, kelemahan terburuk pria Romawi adalah "effeminate", seperti yang dilansir dalam situs roman-empire.net. Ini adalah bentuk penghinaan yang kasar terhadap pria yang bersikap terlalu lembek seperti wanita. Pria semacam itu mendapat nilai yang buruk dimata sesama pria Romawi lain.

Julukan "effeminate" ini bisa didapat pria kalau ia terlalu "menikmati" kehidupan seksualnya. Dari situ orang lain akan melihatnya sebagai homoseksual atau penyuka wanita. Seorang pria mestinya juga memperhatikan hal-hal lain di luar seks. Terlalu cinta atau berlebihan dalam melakukan seks baik kepada budak, PSK, atau istri sendiri tetap akan mengundang kecaman dari mayarakat.

Hanya sedikit di antara pria Romawi yang bisa lolos dari penghinaan ini. Alam memberikan pria kesempatan dalam seks dan hal ini tidak perlu dilakukan secara berlebihan alias semua ada proporsinya. Tanpa hukuman fisik pun, rasa malu yang timbul dari penghinaan ini bisa menjatuhkan martabat seorang pria di zaman Romawi kuno.

Oleh: Hening

(vem/rsk)
What's On Fimela