Ladies, apakah Anda tahu asalah mula kata “fetish”? Kata fetish sudah dikenal setidaknya sejak abad ke-15. Kata fetish diadopsi dari sebuah kata dalam Bahasa Portugis “feitico” yang memiliki arti “charm” atau “mantra/pesona”.
Pada saat itu, bangsa Portugis menyebut mereka yang menyembah sesuatu yang aneh dengan kata “fetishist”. Misalkan, ketika mereka menjelajah Afrika, dan menemukan agama agama bumi Afrika yang menyembah totem, monte, dan ukiran sebagai fetish, mereka menyebut penyembahnya fetishist.
Namun, kata fetishist berkembang menjadi setidaknya dua makna. Yang pertama adalah sebuah transfer kekuatan dari pemilik asli kepada mereka yang terpilih menlanjutkan kekuatan itu (mistis). Yang kedua adalah seseorang yang dianggap tidak normal.
Nah, disini fetish muncul sebagai sebuah kata yang menunjukkan pilihan objek seksual seseorang. Fetish tersebut sering kali dianggap aneh, seperti fetish kaki, lengan, lateks, lingerie, stiletto, bahkan bola mata.
Di Indonesia sendiri tidak banyak orang yang mengenal fetish, sehingga pada beberapa kasus di internet, ada pihak yang mencela gambar perempuan seksi dengan fokus pada bagian kaki. Mereka tidak tahu bahwa gambar itu ditujukan bagi mereka yang memiliki fetish kaki.
Bagaimana dengan payudara?
Bisa dibilang payudara masuk dalam kategori fetish. Hanya saja, sebagian besar lelaki memang menyukai payudara, sehingga beberapa tidak menganggap payudara masuk dalam fetish.
Para perempuan, di sisi lain, banyak yang memuja dada dan lengan pria. Maka bisa dikatakan bahwa fetish yang umum bagi perempuan adalah dada dan lengan.
Ladies, apakah fetish Anda?
Oleh: Nastiti Primadyastuti
(vem/rsk)