Pria boleh saja bangga jika ereksinya bisa bertahan lama. Namun bila ereksi itu tak kunjung selesai dan menyebabkan nyeri berkepanjangan, maka ditakutkan bisa menjadi sebuah gejala penyakit berbahaya, Priapismus. Ereksi permanen baru digolongkan sebagai priapismus apabila durasinya telah mencapai 6 jam atau lebih.
Ladies, priapismus adalah sebuah penyakit darurat yang sangat berbahaya. Jika anda menemui gejala penyakit ini pada pasangan, segera larikan dia ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secepatnya. Penyakit ereksi permanen ini terjadi karena penumpukan darah (low-flow) atau sebaliknya terjadi kebocoran pembuluh arteri sehingga aliran darah menuju penis menjadi tidak lancar (high-flow).
Menurut medscape.com, Priapismus jenis high flow dapat diatasi dengan menggunakan terapi yang prinsip utamanya mengembalikan aliran darah pada penis dengan secepat-cepatnya. Terapi priapismus dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan dan dengan operasi. Sedangkan untuk mengurangi pembengkakan penis, pemberian kompres es dapat dilakukan.
Terapi priapismus jenis low-flow dapat dilakukan dengan injeksi obat yang dapat mengurangi aliran darah ke penis. Untuk mengurangi tumpukan darah di penis, metode pengambilan darah dengan suntikan juga dapat dilakukan. Setelah cara-cara di atas dianggap tidak berhasil, barulah dokter melakukan tindakan operasi.
Komplikasi yang terjadi pada priapismus adalah adanya pembekuan darah dalam penis sehingga dapat mengakibatkan masalah impotensi. Bila penis mengalami kekurangan oksigen, resiko terjadinya gangrene akan sangat besar dan berpotensi merusak jaringan penis sehingga penis harus diamputasi.
Oleh: Ayu Liskinasih
(vem/rsk)