Kondisi Buta Warna dan Perawatannya

FimelaDiterbitkan 24 Oktober 2013, 21:29 WIB

Penyebab buta warna yang paling sering adalah masalah genetik. Di sini Anda akan sulit membedakan warna contohnya antara merah dan hijau. Namun ada kasus dimana seseorang hanya bisa melihat warna hitam, putih, dan abu-abu saja.

Penyakit buta warna ini harus segera dideteksi sedini mungkin. Apalagi pada anak-anak bisa mempengaruhi kemampuan mendengar dan membaca lho. Lalu jika sudah dideteksi apa bisa disembuhkan? Jawabannya tergantung dari penyebabnya. Pada penderita buta warna karena genetik biasanya tidak bisa disembuhkan.

Menururt laman webmd.com ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu buta warna sebagai berikut.

1. Menggunakan kontak lensa berwarna untuk membantu membedakan warna. Sayangnya kontak lensa ini tidak menyediakan pandangan mata normal dan malah bisa mengubah bentuk objek yang Anda lihat.

2. Menggunakan kacamata yang mencegah silau karena penderita buta warna bisa membedakan warna dengan lebih jelas di tempat yang tidak terlalu terang.

3. Belajar mencari tanda di sekitar objek seperti lokasi dan pencahayaan daripada fokus pada warna. Karena itulah penting untuk mendeteksi buta warna sejak dini, agar penderita tidak lambat belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.

Berdasarkan informasi dari laman colour-blindness.com ada kemungkinan buta warna bisa disembuhkan dengan terapi plasma. Sebuah virus yang membawa informasi perubahan genetik diinjeksikan kepada monyet untuk mengatasi buta warna. Percobaan tersebut berhasil dilakukan pada monyet tapi belum tahu hasilnya pada manusia.

Para peneliti masih mengembangkan obat ini dengan melakukan penelitian lebih jauh. Jika obat terbukti mampu mengatasi buat warna pada manusia, maka Anda boleh berharap dan bersikap positif karena apapun bisa terjadi.

Oleh: Hening

(vem/rsk)