Pare, Si Pahit Yang Berkhasiat

FimelaDiterbitkan 07 November 2013, 22:46 WIB

Mungkin banyak diantara anda yang tidak menyukai pare karena rasanya yang pahit. Sayuran yang sering ditemukan sebagai pelengkap di siomay ini merupakan sayuran yang berasal dari Indonesia loh ladies. Pare banyak terdapat di daerah tropika yang dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah.

Pere merupakan tumbuhan merambat yang tidak memerlukan banyak sinar matahari, sehingga dapat tumbuh subur di tempat-tempat yang agak terlindung. Menurut laman herbalisnusantara.com ada 3 jenis tanaman pare, yaitu pare gajih, pare kodok dan pare hutan.

Pare jenis pertama adalah pare gajih. Pare ini berdaging tebal dengan warna hijau keputihan. Pare ini merupakan pare yang paling nyaman dikonsumsi karena rasanya yang tidak pahit. Bentuk pare ini juga lebih besar dan panjang. Pare jenis kedua adalah pare kodok. Pare ini berbentuk bulat dan pendek dan memiliki rasa yang pahit. Pare jenis yang terakhir adalah pare hutan. Sesuai dengan namanya, pare ini merupakan pare yang tumbuh liar di hutan-hutan, buahnya kecil dan pahit.

Dibalik rasanya yang agak pahit, ternyata buah yang satu ini memiliki banyak manfaat. Buah ini bisa digunakan untuk menyembuhkan panas dalam atau malaria. Bahkan bidanku.com pernah melansir bahwa pare dapat digunakan untuk menangkal kanker yang sering menjangkit wanita, seperti kanker serviks dan payudara.

Oleh: Ratna K.D.

(vem/rsk)
What's On Fimela