Pandangan tentang seks menurut agama-agama yang ada di dunia ini tentu saja berbeda-beda, Ladies. Di dalam agama itu sendiri bahkan para penganutnya terkadang memiliki perspektif yang berbeda-beda pula, di agama Buddha misalnya. Pandangan tentang seks dalam agama ini diatur dalam beberapa jenis aturan. Aturan yang paling tua adalah aturan monastik.
Aturan monastik ini adalah aturan yang kebanyakan diikuti oleh para biarawan dan biarawati. Dijelaskan dalam buddhism.about.com, dalam aturan ini ditulis dengan sangat jelas bahwa biarawan dan biarawati dilarang untuk melakukan hubungan suami istri dengan siapapun atau bahkan berduaan dengan seorang wanita tanpa adanya teman di dalam ruangan tersebut. Aturan ini tidak boleh dilanggar karena jika sampai ketahuan adanya pelanggaran, para biarawan dan biarawati tersebut akan mendapatkan hukuman.
Jika sampai ada seorang biarawan yang ketahuan melakukan hubungan suami istri dengan seorang wanita, maka biarawan itu, mengambil istilah dari agama Buddha, telah dikalahkan oleh nafsu dunianya. Hukuman untuk hal ini adalah biarawan tersebut akan dikeluarkan dari kuil tempat ia mengabdi dan melepaskan statusnya sebagai seorang biarawan.
Bagi biarawati, aturannya sedikit berbeda. Aturan monastik menegaskan bahwa seorang biarawati tidak boleh membiarkan lelaki manapun untuk menyentuh beberapa bagian tubuhnya. Bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh tersebut bermula dari pundak hingga lutut dari biarawati tersebut.
Oleh: Meilia Hardianti
(vem/rsk)