Pandangan Agama Mormon Mengenai Petting

FimelaDiterbitkan 17 November 2013, 20:05 WIB

Berciuman serta berpelukan merupakan beberapa cara yang dilakukan oleh banyak orang untuk untuk mengekspresikan rasa kasih dan sayangnya kepada orang tersayang. Selain itu, banyak pasangan yang memberikan rasa sayangnya dengan bercumbu atau yang lebih akrab disebut dengan petting.

Petting atau bercumbu ini adalah salah satu kegiatan seksual yang melibatkan sentuhan-sentuhan pada daerah sensitif seperti payudara dan area genital. Selain petting, ada lagi kegiatan seksual lainnya yang juga sering dilakukan, yakni necking atau berciuman dengan penuh hasrat dan gairah yang biasanya akan berujung pada petting.

Nah, menurut ajaran Mormon, seperti yang dikutip dari jefflindsay.com, petting serta necking sah-sah saja dilakukan oleh pasangan suami istri yang telah terikat dalam ikatan suci pernikahan. Kegiatan seksual tersebut merupakan bagian dari menunjukkan rasa sayang dari suami kepada istri dan begitu pula sebaliknya.

Eits, tapi perlu Ladies ketahui bahwa petting dan necking tidak boleh dilakukan oleh pasangan kekasih yang belum terikat dalam pernikahan. Sebab kedua kegiatan seksual tersebut dapat menjerumus pada hubungan yang lebih intim yang dapat menimbulkan hal-hal buruk pada pasangan kekasih yang belum resmi terikat dalam pernikahan.

Lebih lanjut, dalam ajaran Mormon, necking dan petting termasuk ke dalam dosa yang harus dihindari oleh umat Mormon. Meskipun terlihat ketinggalan zaman, ajaran Mormon ini sebenarnya mengajak setiap umatnya pada kebaikan untuk hidup mereka.

Oleh: Lies Nureni

(vem/rsk)
What's On Fimela