Seks Dalam Pernikahan Menurut Agama Buddha

FimelaDiterbitkan 17 November 2013, 21:41 WIB

Meskipun terdapat banyak sekali agama dan keyakinan yang ada di dunia ini, terdapat satu pandangan yang disetujui oleh hampir semua agama tersebut tentang seks. Pandangan ini adalah bahwa seks yang paling aman dan disetujui adalah seks setelah pernikahan. Pandangan seperti juga ada dalam agama Buddha.

Dijelaskan dalam buddishm.about.com, agama Buddha menggunakan pernikahan sebagai garis yang jelas yang memisahkan antara hubungan seks yang baik dan buruk. Hal ini sudah ditegaskan bahwa jika anda melakukan hubungan suami istri dengan seseorang tanpa adanya ikatan pernikahan terlebih dahulu, maka hubungan tersebut berada di luar garis batas tersebut. Hal ini berarti hubungan seks anda tersebut termasuk dalam hubungan seks yang buruk. Akan lain halnya jika anda bercinta dengan pasangan anda dan anda berdua sudah berada dalam ikatan suci pernikahan.

Meskipun begitu, ada satu pandangan lain tentang seks di dalam agama Buddha ini lho, Ladies. Beberapa golongan berpendapat bahwa jika anda melakukan hubungan layaknya seorang suami dan istri di luar pernikahan, maka hubungan tersebut sah-sah aja anda lakukan asalkan satu syaratnya terpenuhi. Syarat yang dimaksud ini adalah anda berdua melakukanya atas dasar cinta dan suka sama suka. Hal ini nantinya akan dimasukkan ke dalam golongan seks yang baik.

Cap golongan seks yang buruk juga bisa diberikan pada hubungan seks di dalam pernikahan. Hal ini akan terjadi jika anda sudah menikah, namun di dalam pernikahan tersebut seringkali terjadi kekerasan, entah itu kekerasan fisik ataupun psikis.

Oleh: Meilia Hardianti

(vem/rsk)
What's On Fimela