Fetishism sering dikategorikan sebagai kelainan seks dimana subjeknya mendapatkan kenikmatan seksual dari objek tidak hidup. Beberapa fetish yang umum misalnya terhadap celana dalam karet, sutra, bulu, dan sebagainya. Fetish seperti ini kemudian disebut sebagai ‘media fetishism’ : ketertarikan seksual terhadap bahan dari suatu objek. Selain itu ada juga fetish yang memiliki ketertarikan khusus terhadap sepatu, lingerie serta pakaian yang lain.
Dijelaskan melalui sos.ucsb.edu, selain terhadap benda-benda seperti pakaian, sepatu dan sejenisnya, ada juga seorang fetish yang memiliki ketertarikan terhadap bagian tubuh tertentu, misalnya kaki. Bahkan ada juga orang yang tertarik terhadap bagian tubuh yang tidak sempurna seperti hasil amputasi misalnya. Mungkin memang terdengar aneh, tapi memang tidak ada batasan terhadap apa yang mungkin menjadi objek fetish seseorang.
Seseorang dengan fetish yang ekstrim terkadanag sampai menghabsikan energi mereka mengejar objek fetish mereka. Seseorang yang memiliki fetish terhadap kaki bisa jadi akan menghabiskan banyak waktu mengagumi kaki pasangannya ketika foreplay.
Umumnya orang-orang yang memiliki fetish tidak akan berbahaya bagi orang-orang disekitarnya karena mereka hanya menggunakan objek fetish mereka sebagai objek masturbasi saja. Fetish bisa menjadi masalah terhadap orang itu sendiri hanya jika mereka menjadi terlalu terobsesi mengejar hasrat mereka dan terlalu mengekspos fetish mereka terhadap pasangan mereka dalam keseharian mereka. Hal ini justru bisa menimbulkan depresei baik bagi pasangan ataupun orang dengan fetish itu sendiri.
Oleh: Teylita A
(vem/rsk)