Jumlah Zoofilis di Dunia Bertambah!!

FimelaDiterbitkan 26 November 2013, 19:34 WIB

Hai, Ladies. Apa sih pentingnya mengetahui seluk beluk zoophilia? Kenapa sih kok penting mengetahui apa itu zoophilia, apa saja penyakit yang mungkin didertia seorang zoofilis?

Ternyata nih, Ladies, menurut wikipedia.org, tidak sedikit lho orang-orang yang memiliki kecenderungan menderita zoofilia.

Dengan adanya Internet nih, Ladies, komunitas-komunitas daring yang anggotanya adalah para zoofilis semakin banyak. Salah satu dari komunitas zoofilis yang paling banyak dikunjungi adalah beastforum.com

Tau gak, ladies? Pengunjung beastforum.com mencapai angka satu juta pada Maret 2012! Jumlah ini, ladies, terus bertambah. Mengerikan ya?

Di Jerman, ada juga nih komunitas Interessengemeinschaft Zoophiler Menschen (Kelompok Zoofilis). Mereka menawarkan dukungan moril bagi para zoofilis.

Awalnya, ladies, zoofilia hanya disinyalir terjadi pada orang-orang yang hidup sendiri di pertanian atau peternakan. Karena terkadang hasrat seksual itu tak tertahankan, petani yang kesepian itu lalu melampiaskannya kepada hewan ternaknya.

Sekarang, ladies, zoofilia malahan ada bentuk pornografinya. Jika zoofilia adalah hubungan secara batin, maka bestiality adalah bentuknya yang dikomersilkan.

Coba saja anda ketikkan bestiality di Google, maka yang muncul adalah situs porno yang melibatkan hewan dalam berhubungan seks. Jadi, sensor Internet itu memang tidak pernah tepat sasaran kan, Ladies? Yang paling bisa menyensor apa yang akan kita lihat ya kita sendiri.

Satu lagi yang menarik, ladies, di wikipedia.org dituliskan mengenai seorang zoofilis, bernama James, yang diwawancarai. James mengatakan bahwa hasrat seksualnya kepada anjingnya muncul ketika James berusia 20 tahun. Jadi, ternyata bukan hanya ketidakhadiran lawan jenis yang memicu zoofilia ini, ada faktor lain yang belum diketahui.

Gimana nih, ladies? Menarik kan? Zoofilia memang fenomena yang belum banyak diulas. Tapi, semakin kita mengerti, semakin kecil rasa takut kita jika menghadapi penderita kelainan seks yang aneh-aneh seperti itu.

Oleh: Sahirul Taufiqurrahman

(vem/rsk)