Di media massa, kata pedofilia sering digunakan bergantian dengan pencabulan. Padahal, keduanya berbeda. Semua kejadian pedofilia memang adalah pencabulan anak di bawah umur. Namun, tidak semua pemerkosa anak ini adalah pedofilia. Nah, meskipun sama-sama merupakan tindak kejahatan, crisisconnectioninc.org melansir bahwa ada perbedaan-perbedaan yan mendasar diantara keduanya.
Yang pertama, seorang pedofil akan membatasi korbannya berdasarkan selera mereka. Bisa tergantung jenis kelamin, namun yang utama adalah umur. Pelaku pedofilia biasanya hana tertarik pada anak usia pra-pubertas, dimana pemerkosa anak biasanya tidak peduli dengan umur. Selama anak itu tidak dalam perlindungan, disitulah si pemerkosa akan beraksi.
Kedua, pelaku pedofil biasanya melibatkan perasaan. Mereka akan menganggap korbannya sebagai partner seks, seolah-olah si korban adalah orang dewasa. Mereka juga, dengan caranya sendiri, merawat dan memberi perhatian lebih pada korban. Sehinga, mereka mau bersusah payah melakukan tindakan rasional demi mendapatkan kepercayaan korban serta orangtuanya. Sementara, pelaku pemerkosaan akan lebih berfokus pada berbagai kebohongan dan manipulasi untuk ‘menculik’ korban.
Seorang pemerkosa juga tidak peduli pada hubungan yang terjalin antara ia dan korban. Baginya, yang penting adalah mengontrol dan mendominasi korban. Selain itu, mereka mungkin akan terus menganiaya anak yang sama selama bertahun-tahun, bahkan hingga anak menginjak usia dewasa.
Namun, bagaimanapu itu, anak sudah sepatutnya dilindungi. Meskipun toh pelaku pedofil menganggap bahwa ia melibatkan cinta dalam hubungan seksualnya dengan anak. Setuju, Ladies?
Oleh: Adienda Dewi S.
(vem/rsk)