BDSM Perilaku Brutal Dalam Aktivitas Seksual (3)

FimelaDiterbitkan 27 November 2013, 20:03 WIB

Ketika Anda percaya bahwa perilaku seksual merupakan suatu aktivitas yang romantis, lembut, dan tidak menyakitkan, beberapa orang justru menganggap bahwa aktivitas seksual yang penuh dengan kekerasan yang bisa mendatangkan kemesraan, keharmonisan, dan meningkatkan gairah seksual.

Bondage & Discipline, Sadism & Masochism (BDSM), satu dari sekian aktivitas seksual yang melibatkan si pelaku dan penerima tindak kekerasan mendapatkan kepuasan seksual. Namun, hal ini tergolong tabu di kalangan masyarakat.

Pada dasarnya, pelaku BDSM menggunakan tindak sadis ini hanya untuk variasi dalam aktivitas seksualnya. Diungkap oleh vixenrose.com, berbeda dengan orang-orang pada umumnya, variasi lembut dan hangat dilakukan pasangan untuk merangsang kekasih atau mendapat kepuasan dalam aktivitas seksual yang biasa dipakai sebagai foreplay. Namun, sebenarnya, diungkap oleh okanegara.com, para pelaku BDSM tetap memprioritaskan aktivitas seksual pada umumnya, yaitu Mr. P to Miss V

Berikut contoh-contoh “penetrasi” yang dilakukan orang-orang BDSM:
• Asphyxia - aktifitas BDSM yang bertujuan untuk menghambat pernapasan pasangan. Hal ini bisa dilakukan dengan mencekik atau menutup hidung.
• Discipline - Penggunaan peralatan-peralatan bertujuan untuk merangsang, yang dalam kondisi normal dapat mengakibatkan penderitaan. Biasanya, perilaku discipline yang umum adalah mencambuk, menampar, dan mengikat.
• Humiliation - Teknik merendahkan martabat dengan memposisikan dirinya sebagai bukan manusia. Biasanya menyamakannya perbuatannya dengan kelakukan hewan maupun benda-benda mati.

Anda tertarik?

Oleh: Afif Mukminin

(vem/rsk)