Anda masih ingat dengan istilah kupu-kupu malam? Ya, Istilah tersebut merupakan sebutan yang diberikan bagi para wanita malam yang melakukan pekerjaan sebagai pekerja seks komersial. Orang juga biasa menyebutnya dengan istilah prostitusi.
Ladies, istilah prostitusi ternyata bukanlah hal baru di kehidupan seksual manusia. Istilah prostitusi ini ternyata sudah ditemukan sejak zaman dahulu kala. Jadi, permasalahan seksual yang satu ini bukanlah permasalahan baru, melainkan permasalahan yang sudah berabad-abad lamanya ada.
Menurut laman bigeye.com, di zaman Cina Kuno, tepatnya pada zaman Dinasti Chou sekitar tahun 770 SM (Sebelum Masehi) sampai 220 SM, kegiatan prostitusi sangat marak terjadi. Hal tersebut dikarenakan kepercayaan masyrakat Cina kuno yang berpegang pada konsep Yin dan Yang.
Pada zaman Cina kuno, pria dan wanita dibagi menjadi Yin dan juga Yang. Pada diri pria mengalir Yang sedangkan pada diri wanita mengalir Yin. Konsep Yin dan Yang ini sangat mengatur kehidupan seksual masyarakat Cina kuno. Pada masa itu seorang pria dilarang melakukan mastrubasi, karena jika seorang pria mengalami ejakulasi tanpa ada Yin (wanita), makan pria tersebut dipercaya akan mengalami sakit sampai pada kematian.
Berbeda dengan pria, wanita memiliki Yin yang tidak tebatas. Sehingga mereka bebas melakukan mastrubasi. Karena Yin yang tidak terbatas pada diri wanita, membuat kegiatan prostitusi meningkat.
Banyak pria pada zaman Cina kuno melakukan hubungan seksual dengan para wanita pekerja seks komersial karena diyakini mereka banyak menyedot Yang dari para pria. Pria-pria tersebut beranggapan dengan melakukan hubungan seksual dengan pekerja seks komersial, maka Yang dalam tubuh mereka akan meningkat.
Oleh: Ratna K.D.
(vem/rsk)