Pada masa Yunani Kuno, pria memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Pria dapat memiliki segalanya, kekayaan, budak-budak, bahkan para wanita. Uniknya, pada zaman ini, kesuburan disimbolkan oleh alat vital seorang pria.
Jadi, masyarakat Yunani Kuno mempercayai bahwa rahim yang ada pada wanita telah diambil oleh para pria.
Kepercayaan yang meyakini bahwa rahim seorang wanita sebenarnya adalah milik pria dikarenakan kepercayaan mereka terhadap dewa-dewa Yunani pada masa itu.
Di kepercayaan Yunani, alat vital Zeus (dewa yang dianggap sebagai ketua dari para dewa) dianggap sebagai rahim bagi para dewa-dewa lainnya.
Di kepercayaan Yunani, Zeus merupakan dewa pria yang mampu melahirkan dewa-dewa lainnya. Karena kepercayaan tersebut, kedudukan pria pada masa Yunani kuno lebih tinggi jika dibandingkan dengan wanita.
Wanita pada masa Yunani kuno tidak diizinkan untuk belajar dan bersekolah. Bahkan, di dalam pernikahan di masa Yunani Kuno, seorang wanita tidak memiliki hak apapun.
Laman bigeye.com juga pernah melansir bahwa jika seorang pria ingin menikahi seorang wanita, maka pria tersebut harus membayar sejumlah uang kepada Ayah sang wanita. Superioritas seorang pria tidak hanya berhenti sampai di situ, di Yunani kuno tindakan pemerkosaan adalah hal wajar dan biasa.
Pada masa itu, memang wanita masih kurang dihargai. Mereka hanya dianggap sebagai makhluk kelas dua di bawah pria. Kekuasaan dipegang penuh oleh pria. Bahkan, sampai pada kehidupan seksual yang juga dikuasai pria.
Oleh: Ratna K.D
(vem/rsk)