Awas, Anal Seks Bisa Bahaya! (Bagian 2)

FimelaDiterbitkan 15 Februari 2014, 11:06 WIB

Ladies, masih ingat bahasan pada bagian sebelumnya mengenai anal seks? Risiko memang lebih besar, namun melakukannya tidak bisa langsung nyaman dan butuh kesabaran ekstra. Berikut adalah beberapa ulasan mengapa anal seks patut dihindari.

Sebagaimana disampaikan oleh netdoctor.co.uk, anal seks memiliki risiko tertular yang penyakit seksual lebih besar. Hal ini disebabkan karakter jaringan otot yang membangunnya jelas jauh berbeda dengan jaringan otot yang membangun Miss V, sehingga, kemungkinan terjadi luka mikro sangat besar.

Meski ukurannya mikro, luka tersebut cukup bagi virus dan bakteri untuk berpindah inang dan menyebarkan penyakit. Disamping itu, bagi pasangan heteroseksual yang melakukannya, tidak mudah melakukan intercourse seperti ini. Bagi anus, ada istilah seperti “keperawanan” karena otot masih belum bisa menoleransi adanya benda asing memasuki “gerbang satu arah” tersebut.

Kondisi ini jelas berbeda dengan Miss V yang memiliki daya adaptasi yang jauh lebih tinggi. Terkadang, alasan melakukan anal seks adalah karena Miss V tidak bisa menjepit lebih erat lagi. Benar bila otot-otot Miss V bisa saja kendur bila bekerja keras setiap hari. Namun, bila terus dilatih, bukan tidak mungkin otot-otot tersebut mencapai performa prima.

Ladies, bila memang tidak ada pilihan lain dengan pasangan untuk tidak melakukan anal seks, lakukanlah dengan menerapkan konsep seks aman. Tetap gunakan kondom saat melakukan rectal intercourse untuk mencegah luka kecil sebagai pintu masuk penyakit menular seksual. Jangan lupa ingatkan pasangan untuk senantiasa bersabar dalam melakukannya serta jangan kasar.

oleh : A. Gusti Efendy

(vem/rsk)
What's On Fimela