Kesalahan Pengobatan Saat Memberi Imunisasi DPT (I)

FimelaDiterbitkan 19 Maret 2014, 15:12 WIB

Vaksin yang digunakan dalam imunisasi DPT itu ada berbagai macam Bunda. Ada vaksin DPT, vaksin DTaP, vaksin Tdap, vaksin Td, dan vaksin TT. Singkatan vaksin-vaksin tersebut hampir sama, padahal komponen di dalamnya sangat berbeda. Hal ini terkadang membuat petugas kesehatan keliru saat memberi vaksin DPT.

Seperti dilansir dari laman en.wikipedia.org, sebuah organisasi non-profit bernama Institute for Safe Medication Practises menjelaskan kesalahan pengobatan yang disebabkan oleh dua formula yang berbeda yaitu DAPTACEL dan ADACEL. Daptacel dan adacel adalah nama merk dari vaksin-vaksin DPT.

Daptacel adalah imunisasi yang diberikan untuk anak berumur 6 bulan sampai 6 tahun. Adacel adalah imunisasi tambahan yang diberikan kepada orang berumur 11 tahun sampai 64 tahun. Adacel juga merupakan imunisasi tambahan untuk mencegah pertusis pertama yang diperbolehkan untuk digunakan pada orang dewasa.

Komponen dari daptacel dan adacel sebenarnya sama yaitu vaksin DPT, tapi dosis komponen di antara kedua merk tersebut berbeda. Di salah satu klinik, 13 anak keliru diberi adacel, sedangkan di klinik yang lain, 7 orang dewasa malah diberi daptacel.

Ketika orang-orang yang keliru diberi vaksin itu diperiksa, ternyata tidak ada reaksi yang aneh terkait pemberian vaksin tersebut. Meskipun begitu, mungkin saja sistem imun mereka akan menunjukkan sedikit masalah apabila kekeliruan tersebut terjadi terus-menerus.

Kemiripan nama merk, formula yang digunakan, dan singkatan yang digunakan adalah faktor utama kekeliruan ini kerap terjadi.

Masih ada informasi lain seputar kesalahan pengobatan vaksin DPT ini, simak terus ya Bun!


Oleh: Andrian Bayu Krisna

(vem/ver)
What's On Fimela

Tag Terkait