Mengenal Mitos Tentang Rintihan Wanita Saat Bercinta

FimelaDiterbitkan 27 Maret 2014, 14:58 WIB

Mitos memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan. Ada berbagai macam mitos di sekeliling kita, mulai dari mitos yang berhubungan dengan pernikahan, kehamilan, hingga mitos mengenai kehidupan seksual. Mitos-mitos tersebut terkadang dijadikan acuan bagi sebagian orang walaupun belum dipastikan kebenarannya.

Jika membicarakan mitos seksual seolah tidak ada habisnya. Dari mitos yang memang merupakan fakta sampai dengan mitos yang belum pasti kebenarannya. Jadi, agar anda tidak terkecoh, sebaiknya anda mempelajari terlebih dahulu mitos-mitos tersebut.

Salah satu mitos seksual yang masih dipercaya oleh sebagian orang adalah mitos tentang suara rintihan wanita ketika melakukan hubungan seksual. Kebanyakan orang menganggap suara rintihan wanita merupakan ekspresi dari kenikmatan yang dirasakannya. Jadi ketika seorang wanita tidak mengeluarkan suara rintihan ketika sedang melakukan hubungan seksual, itu pertanda mereka tidak menikmati proses bercinta.

Namun ternyata, pendapat tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Menurut laman articles.timesofindia.indiatimes.com, memang suara rintihan wanita ketika melakukan hubungan seksual terkadang dapat menjadi ego-booster bagi pria, karena pria memang menyukai suara rintihan tersebut.

Ada sebagian wanita yang lebih menyukai untuk tidak mengeluarkan suara ketika sedang melakukan hubungan seksual. Mereka mengekspresikannya dengan hanya berdiam. Jadi, para pria tidak perlu terlalu khawatir jika pasangan anda tidak mengeluarkan suara rintihan ketika bercinta. Karena, bisa jadi pasangan anda masuk ke dalam kategori ke-dua yang menganggap diam adalah emas.

 

Oleh: Ratna K.D.

(vem/riz)