Tips Pengobatan Batuk Sesak Nafas si Kecil

FimelaDiterbitkan 09 April 2014, 18:52 WIB

Bunda, batuk sesak nafas atau yang biasa disebut dengan Croup umumnya terjadi pada anak yang berusia diantara 6 bulan sampai 3 tahun, tetapi dapat juga terjadi pada anak berusia 3 bulan dan sampai 15 tahun. Dilaporkan, penyakit batuk sesak nafas ini jarang terjadi pada orang dewasa, tapi kemungkinan terkena pasti ada.

Dijelaskan pada situs nhs.uk, batuk sesak nafas merupakan penyakit saluran napas yang disebabkan virus, virusnya ialah laryngotracheobronchitis Laryngotracheitis. Batuk sesak nafas awalnya menunjukkan gejala sesak napas yang mempengaruhi laring dan trakea, meskipun juga dapat memperpanjang ke saluran pernapasan.

Gangguan saat terkena batuk sesak nafas paling umum ialah suara serak, batuk parau, dan stridor akut pada anak dengan gejala demam. Sebagian besar anak-anak dengan bisa sembuh tanpa gejala sisa, namun kemungkinan paling parahnya ialah dapat mengancam jiwa.

Anda sebagai orang tua, tentunya harus tahu bagaimana mengobati si kecil jika terserang batuk sesak nafas. Salah satunya Anda bisa menggunaka tips pengobatan seperti dilansir pada situs howstuffworks.com, diantaranya:

1. Jika penyakitnya ringan, anak tidak perlu dirawat di rumah sakit. Di rumah bisa digunakan humidifier untuk melembabkan udara dan sebaiknya anak minum banyak cairan serta istirahat yang cukup.

2. Jika penyakitnya berat, biasanya anak dirawat di rumah sakit dan mendapatkan oksigen tambahan. Untuk membantu pernafasannya bisa dipasang ventilator.

3. Anda bisa menggunakan Nebulizer ultrasonik, bensa tersebut mengurangi jumlah lendir yang sampai ke saluran pernafasan bagian bawah dan mengurangi kekentalan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui batuk.

4. Anda bisa memberikan obat Bronkodilator. Obat untuk melebarkan saluran pernafasan, bisa dihirup melalui nebulizer sehingga anak bernafas dengan lebih mudah.

Oleh : Ismaya Indri Astuti

(vem/ver)
What's On Fimela