Umumnya penderita leukimia kanker darah akan sering mengalami yang namanya pendarahan. Bahkan banyak kasus mengatakan, timbul bintik-bintik merah dan memar di kulit mereka menyerupai ciri demam berdarah. Mengapa hal ini bisa sampai terjadi?
Saat menjalani masa kemoterapi, trombosit dalam darah si penderita leukimia akan berkurang. Nah, tanpa cukup trombosit, darah akan mengalami kesulitan pembekuan. Akibatnya, mereka akan terkena penyakit yang disebut trombositopenia.
Jika hal ini terjadi bagi Anda survivor kanker darah, disarankan untuk segera melapor pada dokter. Anda mungkin juga diharuskan untuk transfusi trombosit sebelum pendarahan berubah menjadi masalah serius.
Terdapat beberapa tips untuk mengatasi efek dari treatment kanker darah.
Pertama-tama yang harus Anda lakukan adalah menjaga kulit untuk tidak terluka dan tergores. Dengan begini, trombosit tidak perlu bekerja ekstra.
Kedua, jika Anda ingin mencukur rambut di bagian tubuh tertentu, gunakanlah cukur listrik. Serta berhati-hatilah saat menggunakan kuku sekaligus pemotong kukunya.
Ketiga, gunakan sikat gigi lembut untuk mencegah gusi berdarah. Jika terpaksa menggunakan benang atau tusuk gigi, gunakan pelan-pelan.
Keempat, segera laporkan pada dokter Anda jika pendarahan atau memar yang tidak biasa. Pendarahan atau memar ini seperti muncul darah saat buang air kecil. Dan kembali muncul bintik-bintik merah pada kulit.
Kelima, hindari sembelit untuk menjauhi diri Anda dari wasir dan hemoroid. Dan yang terakhir, hindari juga olahraga yang dapat membuat Anda terluka.
Oleh: Lailiyah K. Novia
(vem/ver)