Nasib Guru Gay di Jerman

FimelaDiterbitkan 14 April 2014, 15:07 WIB

Saat mayoritas negara di Eropa sudah menerima keberadaan homoseksualitas di negaranya, lain cerita dengan Jerman. Di Jerman, homoseksualitas masih dianggap sebagai suatu hal yang tabu. Dalam proses belajar mengajar setiap harinya, bahasan mengenai homoseksualitas sedapat mungkin dihindari baik oleh guru maupun siswa.

Dilansir dari laman dw.de, Alexander Lotz, seorang guru biologi dan fisika di salah satu sekolah di Jerman, mengakui bahwa dirinya seorang gay dan sering menerima cemoohan dari siswa dan lingkungannya. Penghinaan merupakan hal yang biasa didapatkan sejak dia mengatakan pada semua muridnya bahwa dia adalah seorang gay.

Alex mengakui merasa tidak nyaman dengan ucapan yang biasa dikatakan oleh anak muda di Jerman yang menggunakan istilah gay sebagai sinonim atas sesuatu yang buruk. Tidak heran jika Alex merasa tersinggung secara personal.

Tapi Alex bukanlah satu-satunya orang yang terkena dampak dari penolakan ini di kalangan sekolah. Banyak guru gay lain di Jerman harus berfikir ratusan kali sebelum mengakui bahwa mereka gay.

Dari 90% guru di Jerman yang diketahui gay, hanya sekitar 10% yang berani mengakui kondisi mereka. Bayangan akan cemoohan dan penghinaan dari siswa sungguh membuat mereka ragu untuk mengakuinya.

Rekan-rekan mereka pun tidak semua mendukung atas keputusan mengakui kondisi tersebut. Menurut Alex, kerabatnya sudah mendukungnya sebisa mungkin. Namun, tetap sulit bagi seorang guru untuk dapat diterima di lingkungan sekolahnya jika dia adalah seorang gay.

 

Oleh: Lia

(vem/riz)
What's On Fimela