Penyembuhan Hepatitis C Untuk Mencegah Komplikasi Kekebalan Alami

Fimela diperbarui 23 Apr 2014, 07:29 WIB

Virus Hepatitis C tergolong berbahaya jika tumbuh dan menduplikasi diri dalam tubuh manusia. Dikenal sebagai virus perusak organ hati, penyembuhan Hepatitis C layak mendapat perhatian cukup besar. Tak hanya agar organ hati tak cepat rusak, namun juga untuk mencegah komplikasi yang lebih parah dari penyakit ini. Komplikasi penyakit apa saja yang mungkin terjadi?

Dalam golongan kelainan kekebalan tubuh alami, ada setidaknya 3 penyakit yang diasosiasikan dengan Hepatitis C, di antaranya penyakit tiroid, sialadenitis, dan Autoimmune thrombocytopenic purpura.

Dibandingkan dengan kelainan lain, pasien dengan Hepatitis C lebih sering bermasalah dengan hypothyroidism. Komplikasi jenis ini lebih sering menyerang wanita daripada laki-laki. Sialadentis, merupakan peradangan kelenjar ludah, yang bila terkait dengan Hepatitis C kronis, sangat mirip dengan sindrom Sjögren. Sementara itu, Autoimmune thrombocytopenic purpura (ATP) menyebabkan memar dan pendarahan di bawah kulit yang disebabkan oleh penurunan jumlah trombosit (karena telah dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh).

Selain ketiga penyakit yang tergolong dalam kelainan kekebalan tubuh alami tersebut, Hepatitis C kronis juga erat kaitannya dengan beberapa golongan penyakit lain, yakni kelainan darah, kondisi-kondisi kulit dan penyakit ginjal. Komplikasi-komplikasi tersebut cukup berbahaya. Oleh karena itu, penyembuhan Hepatitis C harus dilakukan dengan tepat agar komplikasi dapat dihindari. Berkonsultasi secara berkala dengan dokter juga penting agar komplikasi sekecil apapun dapat segera terdeteksi.

Oleh: Chrysant Kirana

(vem/ver)