Beberapa ulasan sebelum yang ini telah dibahas definisi dan juga penyebab bayi demam. Seperti Bunda ketahui sekarang, demam pada bayi seringkali terjadi karena sistem imun si kecil masih sangat rentan terserang infeksi.
Karenanya, untuk melawan infeksi tersebut bayi secara alamiah meningkatkan suhu tubuhnya agar virus dan bakteri segera mati. Namun, penyebab bayi demam lainnya seperti flu, sakit tenggorokan dan atau penyakit lain yang lebih serius juga bisa memicu demam pada si kecil.
Saat bayi demam, si kecil akan menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Perilaku tersebut bisa menjadi tanda bagi Bunda untuk segera mengetahui bahwa bayi dalam kondisi kurang sehat dan bisa mengambil tindakan penyembuhan.
Menurut laman cfpc.ca, tanda yang paling umum ketika bayi demam adalah kening yang terasa panas. Yang sering disalahtafsir adalah kening menjadi satu-satunya indikator Bunda menentukan bayi demam atau tidak. Padahal, perilaku lain seperti menjadi lebih rewel dari biasanya juga bisa menjadi indikator anak sedang demam.
Selain gejala umum di atas, tidur yang singkat juga bisa menandakan bayi sedang demam. Kemudian, si kecil biasanya juga tidak nafsu makan saat mereka demam.
Selain itu, bayi jadi kurang tertarik untuk melakukan interaksi dengan Bunda, terlebih orang lain dan terlihat malas bermain. Terkadang ketika demam, si kecil bisa mengalami kejang-kejang atau biasa disebut step.
Kejang saat bayi demam terjadi karena suhu tubuh meningkat dengan cepat. Dan jika sudah seperti ini, Bunda sebaiknya segera membawa si kecil yang demam ke dokter untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Oleh: Dina Putri Rahmadani
(vem/)