Mengenal Batuk Bayi: Batuk Rejan (Bagian 2)

FimelaDiterbitkan 25 April 2014, 21:27 WIB

Ladies, dalam kasus batu rejan, batuk bayi yang satu ini lebih sering terjadi pada malam hari. Karena batuk yang panjang, bibir dan kuku si kecil bisa saja berubah kebiruan karena kekurangan oksigen di dalam darahnya.

Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, si kecil dapat batuk dan memuntahkan lendir atau dahak yang kental. Namun, dapatkah Anda membayangkan bila batuk ini terjadi pada bayi dengan umur yang masih di bawh satu tahun?

Laman babycenter.com batuk seperti ini sungguh sangat berbahaya bila penderitanya adalah si kecil yang masih berusia di bawah satu tahun. Hal ini berpeluang membuka pintu bagi komplikasi gangguan pernafasan lainnya.

Contoh komplikasi gangguan pernafasan yang dapat berujung pada beberapa hasil yang tidak menyenangkan seperti pneumonia, kerusakan otak, dan bahkan kematian bagi si kecil. Bila Anda punya firasat bahwa si kecil sedang menderita batuk rejan, sebaiknya Anda segera membawanya ke dokter untuk penanganan medis lebih lanjut.

Ladies, disadari atau tidak, memeriksa kadar bakteri pertussis sebagai penyebab batuk rejan sangat penting bila si kecil berhenti bernafas. Bila si kecil mengalami masalah pernafasan lainnya, sebaiknya Anda segera mengubungi rumah sakit untuk penanganan medis yang lebih memadai.

Selain itu, tindakan cepat juga dapat mencegah hal yang lebih buruk terjadi. Kemudian, bagaimana si kecil dapat tertular penyakit ini? Simak ulasan selengkapnya pada artikel berikutnya. Stay tuned!

Oleh : A. Gusti Efendy

(vem/ver)
What's On Fimela

Tag Terkait