Dear Ladies, banyak orang yang menganggap homoseksualitas adalah suatu penyakit yang bisa disembuhkan. Salah satu cara yang ramai dibicarakan adalah dengan metode Gay Conversion Terapi atau terapi penyembuhan gay.
Seperti namanya, terapi ini bertujuan untuk “menyembuhkan” para homoseksual dan menempatkan mereka ke “jalan yang benar” sehingga mereka tidak lagi tertarik kepada gender yang sama. Namun, banyak psikolog yang menganggap cara ini sangat tidak efektif, melanggar etika, dan sering kali berbahaya bagi mereka yang menjalankan terapi tersebut.
Para psikolog mengatakan bahwa mereka yang melakukan praktek tersebut lupa bahwa homoseksualitas bukan sebuah penyakit, atau bahkan penyakit mental yang bisa disembuhkan. Bahkan, menurut situs LiveScience.com, pada tahun 2013 ini, ada dua kasus tuntutan atas pelaksanaan terapi tersebut.
Lalu, benarkah homoseksualitas bisa disembuhkan?
Menurut situs yang sama, homoseksualitas tidak dapat dikategorikan sebagai penyakit mental. Hal inilah yang membuat Asosiasi Psiokologi Amerika (APA) tidak merekomendasikan “penyembuhan” dengan cara apapun. Selain itu, APA menyebutkan bahwa masalah kejiwaan pada kaum homoseksual disebabkan oleh tudingan dan tekanan dari masyarakat terhadap mereka, bukan karena homoseksualitas yang mereka alami.
Di samping itu, Ladies, masih dari situs yang sama, APA mengemukankan bahwa terapi penyembuhan homoseksualitas dapat sangat berbahaya. Sebuah penelitian yang mereka lakukan menunjukkan adanya depresi yang sangat besar bagi “pasien”, bahkan sampai menimbulkan keinginan untuk melakukan bunuh diri.
Oleh: Nicko Putra Witjatmoko
(vem/riz)