Benarkah Pelecehan Seksual Hanya Bisa Dilakukan Oleh Pria?

Fimela diperbarui 08 Agu 2014, 10:26 WIB

Ladies, begitu banyaknya kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh pria terhadap wanita mungkin telah membuat kita lupa bahwa sebenarnya pemerkosaan dan berbagai bentuk pelecehan seksual lainnya ternyata juga bisa terjadi kepada siapa saja tanpa memandang jenis kelamin. Lalu, apakah pemerkosaan bisa dilakukan oleh wanita?

Dalam beberapa negara seperti negara Inggris, pria dipandang sebagai satu-satunya orang yang dapat melakukan pemerkosaan. Alasannya, pemerkosaan selalu dikaitkan dengan terjadinya penetrasi Mr.P ke Mrs. V sang korban dengan paksaan atau tanpa restu sang korban.

Namun, situs rapecrisis.org.uk menyatakan bahwa sebenarnya baik wanita dan pria juga bisa mengalami kasus pemerkosaan. Selain itu, pelaku pemerkosaan juga tidak hanya terbatas pada pelaku pria saja.

Wanita pun ternyata bisa menjadi pelaku pemerkosaan loh, Ladies. Bila hal ini terjadi, berarti penetrasi yang dikaitkan dengan setiap tindakan pemerkosaan bukan lagi dilakukan dengan Mr. P namun dengan alat lain.

Meskipun sebagian besar korban kekerasan seksual atau pemerkosaan adalah wanita dan dilakukan oleh pria, kita harus tahu hal ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahkan, dalam hubungan sesama jenis pun, tindakan kekerasan seksual juga bisa terjadi baik itu dalam hubungan para kaum gay maupun lesbian.

Selain itu, kekerasan seksual tidak hanya dalam bentuk pemerkosaan dan tindakan yang melibatkan fisik saja, Ladies. Tindakan-tindakan pelecehan dengan visual maupun verbal pun juga bisa dikategorikan sebagai pelecehan seksual meskipun belum sampai ke tahap pemerkosaan.

 

Oleh: Nicko Putra Witjatmoko

(vem/riz)