Pendidikan Seksual Untuk Anak Dengan Kebutuhan Khusus

Fimela diperbarui 12 Agu 2014, 13:53 WIB

Bunda, sudah menjadi hal yang umum jika kebanyakan orang tua dari anak yang mengalami down syndrome atau autisme lebih terkonsentrasi untuk mengajarkan anaknya tentang ilmu-ilmu dasar seperti membaca dan menghitung dan cara-cara bersosialisasi. Namun di balik itu semua, ada satu hal yang biasanya terlupakan, yakni memberikan pendidikan seksual yang mestinya diberikan sejak dini.

Dilansir dari abelbikintugas.blogspot.com, Dra Dini Oktaufik, salah seorang pakar kesehatan yang bertugas di yayasan ISADD (Intervention Service for Autism and Developmental Delay), menyatakan bahwa pendidikan seks tidak melulu mengenai hubungan yang dilakukan suami istri, namun juga pemberian pemahaman mengenai perkembangan fisik dan hormonal seorang anak dan batasan-batasan sosial di masyarakat.

Pada masa pubertas, sangat wajar jika anak, sekalipun mengidap autisme, akan mengalami perubahan hormonal. Tapi tahukah Bunda jika pubertas pada anak autis biasanya dapat datang lebih awal atau justru terlambat dari anak normal lainnya?
Karenanya, pendidikan seksual yang tidak diberikan sejak dini dapat mengganggu anak baik dari sisi eksternal maupun internalnya. Jika anak tidak dibekali dengan pendidikan seksual yang sesuai, ditakutkan anak, utamanya pengidap autis, tidak akan mengerti bagaimana harus menyikapi perubahan yang terjadi pada dirinya seperti menstruasi dan mimpi basah.

Seperti ditambahkan laman acityawara.com, hal di atas menyebabkan pemberian pengetahuan seksual pada anak autis menjadi sangat penting. Anak autis yang tidak diberi pengetahuan akan batasan-batasan yang boleh dan tidak dalam masyarakat akan memiliki kebiasaan memegang kemaluannya sendiri, menyentuh bagian–bagian pribadi dirinya, bahkan mungkin orang lain, dan tidak bisa menjaga kebersihan daerah pribadinya sendiri.

 

Oleh: Lia

(vem/riz)
What's On Fimela