Racun Membahayakan Pada Daging Puyuh Bagian I

FimelaDiterbitkan 29 Agustus 2014, 07:55 WIB

Di beberapa Negara dan belahan dunia, mengonsumsi daging puyuh bisa menyebabkan penyakit yang cukup berbahaya. Yup, beberapa jenis daging puyuh memang potensial mengandung racun yang membahayakan tubuh Anda. Akan tetapi, puyuh jenis coturnix, begitu jenis spesies puyuh yang membahayakan, hanya bisa menyebabkan racun pada saat musim gugur.

Lho, kok bisa hanya musim gugur saja? Bagaimana dengan musim lainnya? Apakah aman untuk dikonsumsi?

Seperti yang dilansir dari www.rrh.org.au, racun dalam jenis puyuh tersebut diketahui dengan adanya seorang bocah berusia 12 tahun yang menderita penyakit setelah mengonsumsi daging puyuh. Namun penyakit yang dideritanya tidak fatal hanya saja anak laki-laki tersebut perlu dirujuk ke rumah sakit 5 jam setelah mengonsumsi daging puyuh.

Bocah tersebut tersebut dibawa ke rumah sakit karena mengalami rasa sakit luar biasa pada perut, terutama pada bagian perut atas. Tak hanya itu, bocah yang mengonsumsi daging puyuh tersebut juga menunjukkan gejala seperti kelelahan, kram, sulit berjalan, dan bahkan warna urinnya berubah menjadi gelap. Gejala tersebut muncul 5 jam setelah anak tersebut mengonsumsi daging puyuh yang mengandung racun.

Dijelaskan bahwa anak tersebut habis melakukan liburan dan setelah kembali ke rumah, si bocah terlihat seperti sangat lelah. Namun anak tersebut tidak menunjukkan adanya gejala yang mengganggu sistem pernafasannya. Bahkan tidak ditemukan juga adanya alergi pada makanan atau sensitif terhadap beberapa jenis makanan tertentu.

Ladies, jangan lewatkan bagian II ya..

 

Oleh: Rizana

 

(vem/ver)