Jika Anda pergi ke pasar, maka Anda tidak akan sulit menemukan jenis ikan air payau yang satu ini Ladies, apalagi jika bukan ikan bandeng. Ikan ini sangat terkenal tidak hanya karena memiliki daging yang padat namun juga duri yang banyak.
Berdasarkan kutipan dari laman en.wikipedia.org, ikan bandeng yang tidak memiliki gigi dan umunya hanya memakan alga dan hewan invertebrata dapat tumbuh sampai 1.7 m, tetapi yang paling sering hanya sekitar 1 m panjangnya. Selain di Indonesia, ikan bandeng juga sangat terkenal di beberapa negara Asia lain seperti Taiwan dan Filipina.
Banyak olahan masakan yang berbahan dasar dengan ikan bandeng salah satunya yang paling terkenal adalah bandeng presto yang bertujuan menghilangkan duri-duri halus yang ada di dalam daging bandeng. Bandeng sendiri memcapai masa kematangan seksual saat berat tubuhnya sekitar 1.5 kg Ladies, dan ditelurkan di air laut atau berkadar garam cukup tinggi.
Namun di Indonesia, sebanyakan ikan bandeng dibudidayakan atau dibiakkan dalam kolam dangkal dengan air payau. Masa panen diperkirakan ikan bandeng mencapai panjang 20-40 cm dengan berat sekitar 250-500 gr.
Nutrisi dalam ikan bandeng yang dibudidayakan di dalam kolam memang tidak setinggi ikan yang hidup liar atau dibudidayakan secara alami, namun tetap level merkuri dalam bandeng masih sangat rendah sehingga aman dikonsumsi, Ladies.
Oleh: Anindya Febi
(vem/ver)