Anak Penyandang Autisme Sebaiknya Tidak Mengonsumsi Mie, Kenapa?

Mimi Rohmitriasih diperbarui 26 Des 2018, 11:35 WIB

Fimela.com, Jakarta Anak penyandang autisme adalah anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus dalam beberapa hal di hidupnya. Anak penyandang autisme adalah anak-anak yang mengalami kelainan genetik sehingga membuatnya mengalami gangguan pada tumbuh kembangnya. Gangguan ini meliputi gangguan di mana anak sulit berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal.

Karena kondisinya ini, anak-anak penyandang autisme harus mendapat perhatian lebih dari orangtua juga orang-orang di sekitarnya.

Perhatian lebih tersebut bisa meliputi pola asuh anak, pengertian dan pemahaman dari orang tua juga asupan nutrisi buatnya. Melansir dari laman parents.com, anak-anak penyandang autisme harus diperhatikan dengan baik asupan nutrisinya setiap hari. Tidak semua jenis makanan bisa diberikan padanya jika tak ingin anak bertingkah semakin aktif atau sebaliknya yakni semakin pasif.

Salah satu makanan yang sebaiknya tidak diberikan pada anak autisme adalah mie dan sejenis pasta. Para ahli mengungkapkan jika mie berbahan tepung terigu bisa memperparah kondisi anak. Makanan-makanan yang mengandung olahan tepung terigu memiliki kandungan bernama gluten. Gluten sendiri adalah sejenis protein yang sangat sulit diuraikan dan dicerna oleh tubuh. Para ahli percaya jika gluten sangat buruk buat tumbuh kembang anak autisme.

Selain mie dan sejenis pasta, makanan lain yang sebaiknya tidak diberikan dan dikonsumsi untuk anak autisme adalah aneka junk food, keju, ikan yang mengandung merkuri, makanan mengandung gula, makanan dan minuman bersoda, daging merah, jagung dan kacang kedelai maupun olahannya.

Semopga informasi ini bermanfaat dan kita semua semakin bijak memberikan asupan nutrisi pada anak-anak kita.