4 Kesan Mendalam Pemain Film Keluarga Cemara

Puput Puji Lestari diperbarui 03 Jan 2019, 21:50 WIB

Fimela.com, Jakarta Film Keluarga Cemara mulai tayang di bioskop Kamis (3/1/2019). Film ini dibintangi Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, dan Astri Welas.

Ringgo mengatakan film Keluarga Cemara bukanlah film tentang keluarga yang sempurna. Ringgo kuatir banyak yang berharap melihat film tanpa konflik dan kecewa.

"Jadi film ini bukan tentang keluarga yang sempurna. Ada masalah-masalah yang hadir dalam hubungan keluarga. Nah bagaimana masalah itu diselesaikan jadi nilai positif untuk penonton," jelas Ringgo saat berkunjung ke Fimela.com beberapa waktu lalu.

 

What's On Fimela
Preskon film Keluarga Cemara (Nurwahyunan/Fimela.com)

Bagi pemain film Keluarga Cemara, film ini memiliki kesan mendalam. Berikut 4 kesan mendalam yang mereka rasakan.

1. Nirina Menangis

Diakui Nirina saat dirinya menonton film terbarunya tersebut, Nirina justru menangis. Wanita kelahiran Madagaskar itu pun merasa berhasil memerankan sosok Emak di film Keluarga Cemara.

"Pas saya nonton, loh saya kan main di film itu, tapi kenapa saya mewek juga. Loh loh. Jadi itu yang membuat saya sama Ringgo sangat senang memerankan peran ini," ujar Nirina Zubir.

 

2 dari 4 halaman

2. Nirina Dapat Banyak Pelajaran

Preskon film Keluarga Cemara (Nurwahyunan/Fimela.com)

Dalam film Keluarga Cemara, Nirina mengaku banyak mendapatkan pelajaran hidup. "Saya banyak banget belajar di sini. Semua bagian di sini memberikan pelajaran berharga buat saya. Semoga bisa menjadi film inspirasi untuk membuka awal tahun 2019 di Indonesia," tuturnya.

 

3 dari 4 halaman

3. Asri Welas Menangis

Preskon film Keluarga Cemara (Nurwahyunan/Fimela.com)

Asri Welas dalam film tersebut berperan sebagai orang Sunda yang bernama Ceu Salmah, seorang tukang kredit yang juga berteman dengan keluarga Abah (Ringgo Agus Rahman).

Dalam film ini Abah sangat ingin bertahan setelah rumah dan hartanya disita oleh debt collector untuk membayar utang perusahaan yang disebabkan oleh kakak ipar nya. Abah pun pindah sementara ke rumah di desa terpencil di Jawa Barat.

Rumah itu merupakan rumah masa kecilnya, sebuah warisan dari ayahnya. Namun dia menghadapi kesulitan karena kasusnya kalah di pengadilan dan keluarganya terancam selamanya hidup di desa. Mereka juga harus menghadapi masalah di dalam keluarga yang terus berjalan dan perlahan menguncang prinsip hidup bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga.

"Peristiwa dalam film Keluarga Cemara sama seperti peristiwa yang aku alami. Suamiku pernah dirumahkan. Dan aku sempat kerja sendiri. Ini kondisi dan pelajarannya gue banget," kata Asri Welas.

4 dari 4 halaman

4. Ringgo Menangis

Preskon film Keluarga Cemara (Nurwahyunan/Fimela.com)

"Gue tuh orangnya anti banget buat nangis. Karena menurut gue orang nangis itu cengeng. Sebisa mungkin ditahan untuk nggak nangis. Tapi pas nonton film Keluarga Cemara, gue nangis. Nggak bisa ditahan itu air mata," kata Ringgo.