Cerita Dian Sastrowardoyo 'Merampok' Kantong Plastik Demi Lingkungan

Rivan Yuristiawan diperbarui 24 Apr 2019, 08:24 WIB

Fimela.com, Jakarta Dian Sastrowardoyo menunjukkan aksi nyata sebagai bentuk kecintaannya pada pelestarian lingkungan. Perempuan 37 tahun itu rela turun ke jalanan ibukota untuk mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Bersama beberapa sahabatnya, ibu dua anak itu melakukan aksi 'meminta paksa' kantong plastik yang dibawa masyarakat kemudian menggantinya dengan kantong kain.

"Jadi kemarin itu saya kan punya temen tuh si Sahabat Disas sama temen-temen pertemanan sehat, akhirnya kita bikin acara, kita rampok plastik di car free day," ujar Dian Sastroeardoyo di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

What's On Fimela
(Instagram/therealdisastr)

Dalam waktu yang terbilang singkat, tak sampai satu jam, istri Indraguna Sutowo dan para sahabatnya itu berhasil mengumpulkan lebih dari seribu kantong plastik yang diganti dengan sekitar 400 kantong kain yang diberikan pada masyarakat.

"Kita bawa 450 kantong kain, kita dapat 1000 kantong plastik. Karena ternyata satu orang bawanya nggak cuma satu kantong plastik. Kan ada yang belanja sendal, ada belanja makanan. Makanya biar nggak nyampur, dikasih macem-macem (plastik). Kita kasih dia kantong kain, kita dapat 4 kantong plastik. Bisa kayak gitu dari satu orang," terangnya kemudian.

(Instagram/therealdisastr)

Melakukan aksi turun ke jalan secara langsung pun membuat pemain film Kartini itu merasakan pengalaman yang terbilang lucu. Salah satu orang yang kantong plastiknya ia ambil, menurut Dian, malah menganggap ia tengah berjualan kantong kain yang dibagikan secara gratis. "Saya bilang, 'bu diganti bu ya pakai kantong kain, saya dikira jualan," pungkas Dian Sastrowardoyo.

Aksi Rampok Plastik yang diikuti Dian Sastrowardoyo itu sendiri diadakan oleh Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) dan label tekstil Sejauh Mata Memandang (SMM) pada Minggu (14/4/2019) lalu. Semua kantong plastik yang terkumpul lantas dijadikan instalasi seni oleh Felix Tjahjadi dan dipamerkan dalam pameran 'Sejauh Mata Memandang' dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 April.